Minta Uang Sambil Ketuk Kaca Mobil, 9 Anak Jalanan Diamankan Satpol PP Karanganyar

Kompas.com - 02/09/2020, 15:06 WIB
Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yophy Eko Wibowo di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yophy Eko Wibowo di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2020).

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengamankan sembilan anak jalanan karena meresahkan pengguna jalan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yophy Eko Wibowo mengatakan, anak jalanan yang diamankan sering menawarkan jasa bersih-bersih kaca mobil di kawasan traffic light Desa Sroyo, Kecamatan Jaten.

Mereka tidak jarang mengetuk kaca mobil pengguna jalan tersebut agar diberi uang setelah membersihkan kaca mobilnya.

"Mereka kita amankan karena ada aduan warga yang resah. Pelaku sulak-sulak (membersihkan) kaca mobil. Terus minta uang sambil ketuk-ketuk kaca mobil. Lama-lama kan risih," kata Yophy ditemui di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Karanganyar Dibatalkan

Dari laporan itu, pihaknya kemudian menerjunkan petugas untuk melakukan patroli di kawasan tersebut.

Hasilnya, sembilan anak jalanan berhasil diamankan.

Menurut Yophy, aksi anak jalanan meminta uang para pengguna jalan di traffic light dengan cara menawarkan jasa bersih-bersih kaca mobil sudah sering terjadi.

"Karena sudah berkali-kali kita patroli dan mereka kita bawa ke mako (kantor). Mereka kita data identitasnya dan beri arahan," terang Yophy.

Yopi menambahkan berdasarkan data identitas yang dikumpulkan, anak jalanan yang diamankan domisilinya ada yang dari Bandung, Solo dan Karanganyar.

Baca juga: Kepala Madrasah di Solo Meninggal karena Covid-19, Sempat Temui Tamu Luar Daerah

Dari sembilan anak jalanan itu, ungkap Yophy, dua di antaranya adalah berjenis kelamin perempuan.

"Mereka kita pulangkan ke daerah asal masing-masing. Ada dari Bandung, Solo dan Karanganyar. Yang dari Bandung ini kita antar ke terminal. Hasil ngamen dapatnya berapa kita tambahin untuk naik bus," ujar dia.

"Kalau yang dari Karanganyar kita catat. Kalau masih mengulanginya lagi kita panggil orangtuanya," sambung dia.

Pasca-penangkapan anak jalanan itu, ungkap Yophy, pihaknya akan menggelar patroli rutin di kawasan yang kerap dijadikan tempat mangkal anak jalanan agar hal serupa tidak kembali terulang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Regional
Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Regional
Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Regional
Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Regional
Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Regional
Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Regional
Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Regional
'Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu'

"Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu"

Regional
Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Regional
Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Regional
Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X