Gagal Masuk Akpol karena Disebut Positif Corona, Anggie Daftar ke UI

Kompas.com - 02/09/2020, 13:22 WIB
Anggie Kristiadji Putri (19), peraih peringkat pertama Seleksi Akpol di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang gagal masuk Akpol hanya gara-gara terkonfirmasi Positif Corona atau Covid 19, akhirnya memilih Universitas Indonesia (UI). DOK Anggie Kristiadji PutriAnggie Kristiadji Putri (19), peraih peringkat pertama Seleksi Akpol di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang gagal masuk Akpol hanya gara-gara terkonfirmasi Positif Corona atau Covid 19, akhirnya memilih Universitas Indonesia (UI).

BATAM, KOMPAS.com - Anggie Kristiadji Putri (19) merupakan peraih peringkat pertama seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Namun, Anggie gagal masuk Akpol hanya gara-gara positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Anggie akhirnya memilih untuk menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI).

Baca juga: Kasus Corona di Kepri Sudah Sporadis dan Tidak Terlacak

Melalui sambungan telepon, Anggie mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang fokus pada pendaftaran untuk kelas Internasional pada Program Studi Arsitektur di UI.

“Ini saya lagi daftar ulang biar bisa berkuliah di UI,” kata Anggie melalui telepon, Selasa (1/9/2020).

Kepada Kompas.com, Anggie mengaku saat ini dirinya ikhlas dengan apa yang terjadi dalam seleksi Akpol.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengakui bahwa cita-citanya ingin menjadi Polisi. Namun cita-cita tersebut bukanlah cita-cita utama.

Sebab, sejak kecil dirinya juga memiliki keinginan untuk menjadi seniman, arsitek dan masih banyak lagi.

“Mungkin Allah memiliki kehendak lain untuk saya,” kata Anggie.

Baca juga: Relawan Tidak Tahu Apakah Disuntik Vaksin Covid-19 atau Plasebo

Sudah pernah gagal

Anggie mengatakan, kegagalan untuk berangkat mengikuti pendidikan Akpol bukanlah hal yang pertama.

Sebab, pada 2019 dia sudah mengikuti seleksi Akpol. Namun, lagi-lagi dia belum berjodoh dengan sekolah polisi tersebut.

Pada 2019 lalu, dirinya sebenarnya berhasil di peringkat kedua seleksi.

“2019 lalu saya rangking dua, tapi gagal berangkat juga saat tes kesehatan kedua. Tahun ini saya malah rangking pertama dan juga gagal berangkat hanya karena difitnah terkonfirmasi positif corona,” kata Anggie.

 Anggie mengatakan, dirinya memang sempat terpukul.

Namun berkat bantuan orang tua, saudara-saudara dan teman-teman, dirinya berhasil move on dan kembali memperbaiki masa depannya dengan mencoba keberuntungan yang lain.

"Doakan saja saya berhasil di UI dan bisa berbuat yang terbaik untuk orang banyak, terutama untuk kedua orangtua saya,” kata Anggie.

Disebut positif Covid-19

Sebelumnya, Anggie Kristiadji Putri yang merupakan peraih peringkat pertama seleksi Akpol di Kepri gagal melanjutkan pendidikan, karena dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Anggie didampingi orangtuanya langsung menjalani tes usap (swab) secara mandiri di salah satu klinik di Batam.

Namun, hasil tes swab menyatakan bahwa dia negatif Covid-19.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt menjelaskan kronologi terkait gagalnya para kandidat Akpol tersebut.

Menurut Harry, peserta awalnya mengikuti tes penerimaan Akpol tingkat daerah dan kemudian dinyatakan lulus terpilih untuk mengikuti tes di tingkat pusat.

Sebelum diberangkatkan, para kandidat mengikuti tes swab di lembaga yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

Harry mengatakan, lembaga tersebut merupakan lembaga resmi dengan laboratorium yang telah terstandarisasi dan digunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dari hasil tes usap, sebagian kandidat terkonfirmasi positif Covid-19, hingga akhirnya gagal diberangkatkan mengikuti tes penerimaan Akpol di tingkat pusat.

Harry mengatakan, kasus serupa dengan Anggie tidak hanya terjadi di Polda Kepri saja, melainkan juga terjadi di Aceh dan Kalimantan Timur.

Harry mengimbau kepada para calon taruna atau taruni yang gagal untuk berjiwa besar dan kembali mengikuti tes penerimaan Akpol pada tahun depan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X