Ingin Berkebun, Petani di Sumsel Bakar Lahan: Saya Tahu Itu Salah, tapi...

Kompas.com - 02/09/2020, 13:16 WIB
Polda Sumatera Selatan saat melakukan gelar perkara terhadap 22 tersangka pembakaran hutan dan lahan, Selasa (1/9/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPolda Sumatera Selatan saat melakukan gelar perkara terhadap 22 tersangka pembakaran hutan dan lahan, Selasa (1/9/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Bagio dan 21 petani lainnnya ditangkap polisi karena membuka lahan di Sumatera Selatan dengan cara dibakar sejak Juli 2020.

Para petani yang diamankan 18 orang adalah laki-laki dan empat orang perempuan dengan 20 laporan

Menurut Bagio (45) petani asal Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, ia terpaksa membuka lahan seluas setengah hektar dengan cara dibakar karena tak punya biaya yang cukup untuk membuka lahan dengan cara lain.

Baca juga: Pengakuan Petani Pembakar Lahan di Sumsel: Kami hanya Ingin Berkebun...

Menurutnya membakar lahan lebih hemat dibandingkan dengan cara ditebas.Rencananya lahan seluas setengah hektar yang ia buka akan digunakan untuk berkebun.'

"Kami hanya ingin berkebun, saya tahu membakar itu salah. Tapi tidak ada cara lain, saya tidak ada biaya yang besar untuk membuka lahan," kata Bagio.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti korek api gas, ember plastik, potongan kayu, bambu berisi solar dan parang yang digunakan untuk membakar.

Baca juga: KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

"Mereka mulai membakar lahan pada malam dan siang hari, saat petugas patroli tidak berada di tempat. Para tersangka ini terdiri 18 laki-laki dan empat perempuan," jelas Supriadi.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar masyarakat tak lagi membuka lahan dengan cara di bakar.

Namun ternyata masih banyak masyarakat yang membakar lahan sehingga menimbulkan kabut asap.

"Kita tidak keccolongan, karena sosialisasi telah dilakukan. Hanya saja, ada sebagian warga yang masih tetap melakukan hal itu karena alasan ekonomi. Kami tetap mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Baca juga: Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Ia menegaskan tidak akan tebang pilih untuk kasus pembakaran lahan.

"Siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan kami tindak tanpa pandang bulu, baik perorangan maupun korporasi," tegas Supriadi.

Ke-22 tersangka ini pun terancam dikenakan Pasal 108 Jo Pasal 69 huruf i UU RI Nomor 32 tahun 2009 Tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dengan denda Rp 10 miliar serta dikenakan Pasal 181 KUHP dan Pasal 188 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X