Hari Pertama Penerapan Sanksi Protokol Kesehatan di Banjarmasin, Puluhan Orang Kedapatan Tak Pakai Masker

Kompas.com - 01/09/2020, 23:13 WIB
Seorang warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan di sanksi menyapu jalan, Selasa (1/9/2020). KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARSeorang warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan di sanksi menyapu jalan, Selasa (1/9/2020).

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Hari pertama penerapan sanksi protokol kesehatan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah menjaring puluhan orang.

Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin Faturrahim mengatakan, mereka yang terjaring kebanyakan kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum.

Namun mereka yang melanggar tidak langsung diberi sanksi denda uang, tetapi sanksi sosial berupa menyapu jalan sambil mengenakan rompi oranye yang biasa digunakan oleh petugas kebersihan Kota Banjarmasin.

"Hari ini, bagi masyarakat yang kedapatan melanggar tidak mengenakan masker hanya diberikan sanksi sosial seperti menyapu Jalanan," ujar Faturrahim saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Mulai Hari Ini, Tak Pakai Masker di Banjarmasin Didenda Rp 100.000

Patroli protokol kesehatan yang dilakukan hingga siang, petugas gabungan setidaknya telah menemukan 30 warga yang tidak mengenakan masker.

Mereka selanjutnya didata dan jika dikemudian hari kembali kedapatan tidak mengenakan masker, maka akan langsung didenda uang sebesar Rp 100.000.

"Didata dulu, jika masyarakat itu masih kedapatan mengulanginya, maka akan langsung di sanksi denda uang sesuai Perwali," tegasnya.

Erwan, salah seorang warga yang kedapatan tidak mengenakan masker mengaku telah mengetahui aturan sanksi pelanggar protokol kesehatan mulai berlaku hari ini.

Baca juga: Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Namun Erwan membantah sengaja tidak mengenakan masker.

"Saya tidak sengaja, hanya lupa mengenakan masker pas keluar rumah tadi. Tapi saya siap di suruh menyapu jalan," ucapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X