Kompas.com - 01/09/2020, 20:03 WIB
Polda Sumatera Selatan saat melakukan gelar perkara terhadap 22 tersangka pembakaran hutan dan lahan, Selasa (1/9/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPolda Sumatera Selatan saat melakukan gelar perkara terhadap 22 tersangka pembakaran hutan dan lahan, Selasa (1/9/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 22 orang petani di Sumatera Selatan ditangkap pihak kepolisian lantaran kedapatan membakar buka lahan dengan cara dibakar.

Para tersangka pembakar lahan ini dihadirkan dalam gelar perkara di Polda Sumatera Selatan, Selasa (1/9/2020).

Bagio (45) salah satu warga Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, mengatakan, ia terpaksa membuka lahan dengan cara dibakar lantaran tak memiliki biaya yang cukup.

Baca juga: KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Bakar lahan setengah hektar

Sehingga, metode dibakar menurutnya lebih hemat dibandingkan ditebas. Lahan seluas setengah hektar yang ia buka itu rencananya akan digunakan untuk berkebun.

"Kami hanya ingin berkebun, saya tahu membakar itu salah. Tapi tidak ada cara lain, saya tidak ada biaya yang besar untuk membuka lahan," kata Bagio.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi menjelaskan, 22 orang yang ditetapkan tersangka pembakar lahan itu berlangsung sejak Juli 2020 dengan jumlah laporan sebanyak 20 LP.

Dari tersangka petugas mengamankan barang bukti korek api gas, ember plastik, potongan kayu, bambu berisi solar dan parang yang digunakan untuk membakar.

"Mereka mulai membakar lahan pada malam dan siang hari, saat petugas patroli tidak berada di tempat. Para tersangka ini terdiri 18 laki-laki dan empat perempuan," jelas Supriadi.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Bekukan Izin Pengembang yang Sengaja Bakar Lahan

Sosialisasi tak mempan

Supriadi mengungkapkan, mereka sebelumnya telah melakukan sosialisasi agar masyarakat tak membuka lahan dengan cara dibakar.

Namun, hal itu tetap terjadi sehingga membuat lahan menjadi terbakar serta menimbulkan kabut asap.

"Kita tidak keccolongan, karena sosialisasi telah dilakukan. Hanya saja, ada sebagian warga yang masih tetap melakukan hal itu karena alasan ekonomi. Kami tetap mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Baca juga: Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Pelaku terancam 20 tahun penjara

Ke-22 tersangka ini pun terancam dikenakan Pasal 108 Jo Pasal 69 huruf i UU RI Nomor 32 tahun 2009 Tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dengan denda Rp 10 miliar serta dikenakan Pasal 181 KUHP dan Pasal 188 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

"Siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan kami tindak tanpa pandang bulu, baik perorangan maupun korporasi," tegas Supriadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X