Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Disanksi Jalan Kaki Semprot Disinfektan dan Menyanyi Lagu Kebangsaan

Kompas.com - 01/09/2020, 11:38 WIB
SEMPROT?Pasangan kekasih asal Kabupaten Ponogoro dihukum menyemprot disenfektan dengan berjalan kaki hingga 1 KM lantaran kedapatan tidak mengenakan masker saat melintas di ruas jalan Pahlawan Kota Madiun, Senin (31/8/2020) malam. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWISEMPROT?Pasangan kekasih asal Kabupaten Ponogoro dihukum menyemprot disenfektan dengan berjalan kaki hingga 1 KM lantaran kedapatan tidak mengenakan masker saat melintas di ruas jalan Pahlawan Kota Madiun, Senin (31/8/2020) malam.

MADIUN, KOMPAS.com - Sekitar 20 warga dikenakan sanksi berjalan kaki 1 kilometer sambil menyemprot disinfektan dan menyanyi lagu kebangsaan lantaran tertangkap basah tidak mengenakan masker di Kota Madiun, Jawa Timur.

Puluhan warga itu tertangkap saat Pemerintah Kota Madiun menggelar razia masker di ruas Jalan Pahlawan, Senin (31/8/2020) malam.

Rata-rata warga yang tertangkap tidak mengenakan masker mengaku lupa dan berasal dari luar Kota Madiun.

“Malam hari ini semua yang terjaring berasal dari luar Kota Madiun. Bagi yang tidak masker sekitar 20 orang berasal dari luar Kota Madiun. Maka, kami suruh semprot kursi yang habis tempat duduk sore hari di ruas pinggir Jalan Pahlawan,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi, kepada Kompas.com, Senin (31/8/2020) malam.

Baca juga: Bupati Madiun Naik Sepeda Keliling Desa hingga 50 Kilometer Ajak Bermasker

Tak hanya sanksi penyemprotan disinfektan di kursi-kursi panjang sepanjang Jalan Pahlawan, kata Maidi, warga juga disuruh menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

Sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Wali Kota Madiun Nomor 39 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Selain menindak orang yang tidak mengenakan masker, operasi malam itu juga mendapati sejumlah warga luar daerah yang tidak membawa surat hasil rapid test.

Padahal, warga tersebut berkegiatan beberapa waktu di Kota Madiun.

“Tadi juga ada sembilan warga luar Kota Madiun yang berkegiatan di sini kami rapid test karena tidak bisa menunjukkan surat hasil rapid test. Hasil rapid test, semuanya non-reaktif,” ujar Maidi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X