Kompas.com - 01/09/2020, 08:28 WIB
Seorang pelajar SDN 2 Margosari, Pagelaran Utara, Pringsewu berinteraksi dengan guru menggunakan walkie talkie. SDN 2 Margosari telah mengadakan pembelajaran daring tanpa kuota internet bagi siswa. (FOTO: Relawan TIK Lampung) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Seorang pelajar SDN 2 Margosari, Pagelaran Utara, Pringsewu berinteraksi dengan guru menggunakan walkie talkie. SDN 2 Margosari telah mengadakan pembelajaran daring tanpa kuota internet bagi siswa. (FOTO: Relawan TIK Lampung)


LAMPUNG, KOMPAS.com - Sejumlah komunitas di Desa Margosari, Pagelaran Utara, Pringsewu, Lampung, bergotong royong membangun sarana belajar daring tanpa kuota internet bagi pelajar.

Kebutuhan kuota internet menjadi masalah tersendiri, khususnya bagi pelajar selama masa pembelajaran online pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

"Selama ini, banyak keluhan tentang kuota internet, apalagi bagi pelajar," kata Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Rifki Indrawan kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Baca juga: Saat Harimau Jadi Ancaman Anak-anak yang Belajar Online

Kondisi tersebut yang membuat sejumlah komunitas mencoba mencari jalan keluar, agar siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran daring tanpa terkendala.

Rifki mengatakan, sebenarnya pembelajaran daring bisa dilakukan tanpa menggunakan kuota internet.

Rifki menyebutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa berlangsung secara on air, online dan on land.

"Dengan menggunakan peralatan yang sesuai, belajar daring bisa dilakukan, bahkan bisa interaksi antara guru dengan murid," kata Rifki.

Baca juga: Mengintip Persiapan Sekolah Percontohan untuk Pembelajaran Tatap Muka

Sistem komunikasi radio

Sistem tersebut telah diuji coba di SDN 2 Margosari, Pagelaran Utara, Pringsewu.

Hasilnya, suasana belajar mengajar secara daring lebih hidup dan lancar.

Peralatan yang digunakan antara lain, radio transistor, walkie talkie, mini komputer, dan tv tabung.

Peralatan-peralatan tersebut bisa ditemui dengan mudah dan dapat dibeli dengan harga terjangkau.

Mini komputer digunakan sebagai 'otak' alias CPU sebagaimana komputer pada umumnya, termasuk server untuk data maupun bahan ajar.

"Jaringan yang digunakan adalah intranet, sehingga tidak menggunakan kuota internet," kata Rifki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X