"Usai Menganiaya, Tersangka Memanggil Petugas: Pak, Ada Tahanan yang Lemas"

Kompas.com - 01/09/2020, 05:36 WIB
Ilustrasi penjara Kompas.comIlustrasi penjara

KOMPAS.com- Adik ipar dari penyanyi sekaligus politikus PDIP, Edo Kondologit yang berinisial GKR (21) tewas di tahanan Mapolres Sorong Kota.

Menurut keterangan polisi, GKR dianiaya oleh tahanan lainnya yang berinisial C. Usai menganiaya, C memanggil petugas piket lantaran kondisi GKR lemas.

Kejadian ini membuat Edo Kondologit mengamuk dan meminta keadilan. Keluarga pun sempat menggeruduk Mapolres Sorong pada Senin (31/8/2020).

Baca juga: Adik Ipar Tewas di Tahanan, Edo Kondologit dan Keluarga Geruduk Mapolres Tuntut Keadilan

Kasus pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan, ditembak oleh polisi

Ilustrasi BorgolKOMPAS.com/JOSEPHUS PRIMUS Ilustrasi Borgol
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, GKR yang merupakan adik ipar Edo memang ditangkap dan ditahan.

Ia dibekuk karena kasus dugaan pencurian, pembunuhan disertai pemerkosaan seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom, Sorong, Kamis (27/8/2020).

GKR diduga berada di bawah pengaruh alkohol ketika sedang berupaya mencuri telepon genggam dan televisi korban. Saat itu, korban memergoki GKR.

Keduanya pun terlibat saling dorong hingga korban terjatuh dan diduga dicekik dengan tali. Dalam peristiwa itu, korban tewas.

"Kemudian tersangka memerkosa korban sebanyak satu kali," kata Ary dalam keterangan tertulisnya.

GKR mencoba kabur ketika polisi mencari barang bukti. Saat dibawa ke Pelabuhan Halte Doom, GKR kembali mencoba kabur dan mencoba mengambil senjata api polisi.

"Tim mengambil tindakan tegas terukur terhadap tersangka kemudian tersangka dibawa ke RS Sele Be Solu untuk mendapatkan pengobatan," kata dia.

Sepulang dari rumah sakit, GKR ditahan di Mapolres Sorong.

Ia kemudian diperiksa polisi. GKR saat itu tak mengakui perbuatannya dan dikembalikan lagi ke dalam tahanan.

Baca juga: Adik Ipar Ditembak lalu Tewas Dianiaya di Tahanan, Edo Kondologit: Kalian Mau Cuci Tangan?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X