Kompas.com - 31/08/2020, 20:33 WIB
Ilustrasi Tembakau Ilustrasi Tembakau

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Terkait kekesalan petani yang membakar daun tembakau gara-gara gudang tidak buka, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman menyebut, pihak gudang masih mempersiapkan diri untuk buka karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Saya sudah menghubungi salah satu pihak gudang tembakau. Dalam waktu dekat akan dibuka. Memang sekarang agak ketat prosedur kesehataannya, karena wabah corona. Gudang tidak ingin jadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo,” kata Wahid, saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/8/2020) malam.

Menurut Wahid, saat ini sejumlah gudang yang biasa membeli gudang tembakau petani lokal tengah mempersiapkan tim dan protokol kesehatan.

Mulai rapid test hingga sarana protokol kesehatan lainnya.

Baca juga: Petani Bakar Daun Tembakau, Kesal Gudang Tidak Dibuka

Para pekerja yang terlibat dalam transaksi pembelian tembakau bakal menjalani rapid test dan prosedur yang telah ditetapkan, baik sebelum maupun setelah gudang dibuka.

“Memang saat ini musim panen tembakau. Pihak pabrik minta kesabaran dari petani,” tukas Wahid.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang tembakau, yang selama ini membeli tembakau petani lokal.

Sebab, saat ini stok tembakau melimpah karena memasuki musim panen.

Dewan mendorong agar gudang membeli tembakau petani Kabupaten Probolinggo atau tembakau lokal.

Gudang harus memprioritaskan tembakau lokal. sedangkan tembakau dari luar kota bisa diambil setelah stok tembakau lokal terbeli.

Apalagi, dari data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Probolinggo menempati posisi keempat sebagai produsen tembakau terbesar di Jawa Timur.

Untuk meredam gejolak di kalangan petani, Wahid juga menyarankan agar harga beli tembakau milik petani disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani selama menanam, merawat dan memanen tembaku.

“Jangan sampai harga beli yang dietapkan gudang, tidak sesuai. Artinya lebih rendah dari biaya yang sudah dikeluarkan oleh petani. Saya pikir gudang sudah bisa menghitung,” tukas Wahid.

Wahid menambahkan, Pemkab Probolinggo harus turun mengatasi masalah yang dihadapi petani tembakau ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X