Begal Sadis Tewas Ditembak, Saat Beraksi Tebas Tangan Korbannya hingga Nyaris Putus

Kompas.com - 31/08/2020, 18:47 WIB
Ilustrasi begal ThinkstockIlustrasi begal

MEDAN, KOMPAS.com – Seorang pelaku begal tewas ditembak petugas Satreskrim Polrestabes Medan karena melawan saat akan ditangkap.

Saat beraksi, pelaku menebas tangan korbannya dengan celurit hingga nyaris putus

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing pada Senin (31/8/2020), disebutkan, Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji  menjelaskan, aksi begal itu terjadi pada Sabtu (15/8/2020) sekitar pukul 06.00 WIB, di Jalan Monginsidi, Kecamatan Medan Baru.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Bandung Dipepet 6 Begal, Golok Pelaku Tertinggal di TKP

Saat itu, korban bernama M. Zainuddin dan rekannya melintas dengan sepeda motor Nmax-nya di Jalan Monginsidi.

Dua orang pelaku, Riko AS (23) dan Remon EP (27), warga Jalan Perkutut, Helvetia dari arah belakang langsung mendekat dan membacok tangan korban hingga korban terjatuh.

Melihat korbannya terjatuh, para pelaku langsung merampas sepeda motor milik korban dan melarikan diri. Kemudian, korban yang terluka, M. Zainuddin dibawa ke Rumah Sakit Haji Adam Malik medan untuk dirawat.

Baca juga: Ubah Stigma Kampung Begal, Ini yang Dilakukan Warga Jabung  

Diintai polisi

Korban selanjutnya membuat laporan ke Polrestabes Medan pada 16 Agustus 2020 dan 19 Agustus 2020.

Dari laporan tersebut, tim yang dipimpin Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Iptu Yunan melakukan penyelidikan terkait aksi begal viral di medsos di seputaran wilayah Jalan Mongonsidi dan Jalan Juanda.

Selanjutnya personil melakukan penyamaran dan pengintaian terhadap pelaku begal di seputaran lokasi tersebut.

Pada Senin (24/8/2020), sekitar pukul 05.50 WIB, pelaku terlihat melintasi Jalan Mongonsidi mengendarai sepeda motor CB 150R berwarna merah,  yang hendak mengincar masyarakat yang sedang melintas untuk menjadi korban mereka.

“Melihat hal tersebut Personil Timsus langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil mengamankan para pelaku dengan cara memepet kendaran pelaku dengan mobil yang dikendarai personil Timsus yang akhirnya Personil Timsus berhasil menangkap para pelaku atas nama Remon dan Riko,” katanya.

Baca juga: Residivis Pembunuhan yang Kini Jadi Begal Ditangkap, Pelaku: Anak Sudah Tiga, Untuk Beli Kebutuhan

Residivis

Dijelaskannya, setelah diinterogasi, tim kemudian melakukan pengembangan ke KM 12 Sei Semayang untuk melakukan pencarian barang bukti hasil kejahatan yang dijual kepada penadah berinisial  N (DPO).

“Saat dilakukan pengembangan tersangka Remon melakukan perlawanan dan melukai personil Polri pada lengan sebelah kiri menggunankan senjata sajam,” katanya.

Melihat itu, personil kepolisian melalukan tembakan peringatan.  Akan tetapi terus diserang membabi buta dan sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur.

Personil Timsus Jatanras  meghubungi RS Bhayangkara tingkat II  Medan untuk mendapatkan pertolongan medis. Sesampainya di rumah sakit,  nyawa tersangka Remon tidak tertolong.

“Catatan kita, Remon yang berperan sebagai eksekutor membacok korban dan merupakan residivis tahun 2009 dan tahun 2013 dengan kasus pencurian. Sedangkan Riko, berperan sebagai pengemudi sepeda motor,” katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X