Kompas.com - 31/08/2020, 18:10 WIB
Ilustrasi suhu panas ShutterstockIlustrasi suhu panas

PALEMBANG, KOMPAS.com - Suhu di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mulai terasa terik sejak lima hari terakhir lantaran telah memasuki musim kemarau.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Kenten Palembang mencatat kondisi suhu saat ini telah menembus angka 33 sampai 35 derajat celcius. 

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang Nandang Pangaribowo mengatakan, kondisi suhu tersebut diperkirakan akan lebih panas lagi karena pada puncak kemarau berlangsung pada Agustus.

Baca juga: 1 Pasien Positif Covid-19 di Jambi Meninggal, Punya Riwayat Perjalanan ke Palembang

"Kondisi puncak kemarau ini akan berlansung sampai September nanti. Sehingga suhunya mulai terasa panas," kata Nandang, dalam pesan singkat, Senin (31/8/2020).

Kondisi panas yang terik saat ini bisa menimbulkan api yang diakibatkan oleh gesekan.

Waspada karhutla dan kabut asap

 

Sehingga ia meminta warga untuk waspada serta tak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan sehingga terjadi kabut asap.

"Lebih banik banyak berkegiatan di dalam ruangan dan banyak mengkonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi," imbuhnya.

Baca juga: Duel karena Utang Narkoba, Seorang Juru Parkir di Palembang Tewas

Muhammad Tohir (28) salah satu warga Palembang mengatakan, kondisi terik panas ini terjadi sejak kurun waktu tiga hari terakhir.

Bahkan, dalam kondisi malam suhu panas itu masih tetap terasa.

"Di kosan sampai dua kipas juga masih terasa panas. Tadi malam juga panas banget,"kata Tohir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X