Pohon Kratom yang Efeknya Mirip Ganja Tumbuh Liar di Hutan Nunukan, BNN Awasi Ketat

Kompas.com - 31/08/2020, 06:35 WIB
Daun Kratom muda yang tumbuh liar di hutan hutan Nunukan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Kekatung dan biasa dimanfaatkan sebagai obat herbal (Murjani) Kompas.com/Ahmad DzulviqorDaun Kratom muda yang tumbuh liar di hutan hutan Nunukan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Kekatung dan biasa dimanfaatkan sebagai obat herbal (Murjani)

NUNUKAN, KOMPAS.com – Pohon kratom yang disinyalir memiliki efek lebih bahaya dari tanaman ganja tumbuh liar di sejumlah hutan yang ada di Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Masyarakat Nunukan menamakan tumbuhan tersebut dengan kekatung, yang dalam bahasa Tidung berarti tanaman obat.

Masyarakat setempat biasanya memanfaatkan kayu pohon kekatung atau kratom sebagai kayu bakar, dibuat papan atau ditancapkan sebagai pagar, karena mudahnya kekatung tumbuh tanpa melewati pembibitan atau penyemaian.

"Bicara efek, ada dugaan lebih mengerikan dari pada ganja yang sekedar halusinogen, kalau kratom ada efek seperti sedatif juga, dan cara konsumsinya lebih simple dan mudah ketimbang ganja," ujar Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan Murjani Shalat, Minggu (30/8/2020).

Baca juga: Berdampak Mirip Ganja, 11,5 Kg Daun Kratom Disita Polisi di Belitung

Kratom atau kekatung kembali menjadi perhatian BNNK Nunukan berkaitan adanya pembatalan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 Tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut juga cukup menyedot perhatian masyarakat di Perbatasan RI–Malaysia ini.

Murjani menyebut banyak camat yang mempertanyakan terkait kratom yang memang belum diatur dalam UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kratom memang belum masuk, namun sudah ada temuan dari BPOM, kemudian BNN ada mengeluarkan surat edaran supaya jajaran BNN memberikan sosialisasi dan edukasi jangan menggunakan itu karena masih tahap penelitian LIPI, UI dan BNN. Saya katakan Permen baru keluar 2020, sementara UU Narkotika 2009, prinsipnya undang undang lebih tinggi dari Permen, maka saya tegaskan itu barang terlarang,’’tegasnya.


Masyarakat pernah dimanfaatkan mengolah kratom

Kepolosan dan ketidaktahuan masyarakat akan kratom atau kekatung dimanfaatkan oleh pengepul dari Pontianak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.