Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Ganjar Kabulkan Permintaan Penyandang Tuna Rungu untuk Magang di Pemprov Jateng

Kompas.com - 28/08/2020, 19:39 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak penyandang tuna rungu Kurnia Khoirul Chandra (24) untuk magang di Pemprov Jateng. DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak penyandang tuna rungu Kurnia Khoirul Chandra (24) untuk magang di Pemprov Jateng.

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo mengabulkan permintaan seorang penyandang tuna rungu untuk magang di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Hal itu terjadi saat Ganjar menjadi pembicara dalam webinar bertema “Pemuda Pemudi Tuli Jawa Tengah adalah Agen Perubahan”, Kamis (27/8/2020).

Pada waktu itu, Kurnia Khoirul Chandra (24) mengatakan kepada Ganjar bahwa dia ingin sekali magang di Pemprov Jateng.

"Kamu besok datang ke sini, silahkan langsung magang di Pemprov Jateng," pinta Ganjar kepada Chandra seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Ganjar sendiri bangga dengan keseriusan Chandra yang langsung datang untuk magang di Pemprov Jateng, hari itu.

Baca juga: Disdikbud Jateng Siapkan Skenario Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Bahkan tak menunggu tanda tangan kontrak atau persyaratan administrasi lainnya, Ganjar langsung meminta Chandra mengikuti kegiatannya sore itu, yakni webinar dengan sejumlah media nasional.

"Mulai hari ini, silakan langsung magang di Humas, agar bisa mendapatkan penjelasan-penjelasan bahkan penugasan. Sehingga, Chandra bisa belajar apa yang dilakukan Pemprov Jateng sekaligus bisa membantu mengedukasi," katanya.

Kesenangan Chandra terhadap dunia komunikasi, menurut Ganjar, sangat tepat jika dirinya magang di Humas Jateng.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar meminta agar Chandra bisa membantu menganalisis dan memberikan masukan kepada Pemprov Jateng terkait program-program yang ramah disabilitas.

Baca juga: Pejabat Tak Pakai Masker Saat Acara di Grobogan, Ganjar: Jangan Ada Kengeyelan

"Termasuk saya punya media sosial, seperti instagram, twitter, facebook, youtube, Chandra bisa menganalisis dan memberikan masukan ke saya,” ujarnya.

Ini dilakukan agar informasi yang ingin saya sampaikan pada masyarakat benar-benar bisa diterima semua kalangan.

Menyampaikan aspirasi penyandang tuna rungu

Setelah diterima oleh Ganjar, Chandra dengan mantap pun langsung datang ke rumah Dinas Ganjar Puri Gedeh dengan wajah gembira, Jumat (28/8/2020).

Di hadapan Ganjar, dia tidak henti-hentinya menyampaikan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk magang di Pemprov Jateng.

Baca juga: Pekan Ini, Penegakan Hukum Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Serentak di Jateng

Melalui bahasa isyarat dan dibantu penerjemah, Chandra menyampaikan semua keluh kesah dan harapan dengan lancar kepada Ganjar.

Lulusan Fakultas Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan, dirinya sudah berkali-kali mengajukan lamaran magang kerja, namun selalu ditolak.

"Sudah lama saya kebingungan mencari tempat untuk magang, Alhamdulillah pak Ganjar memberikan kesempatan pada saya untuk magang kerja di Pemprov Jateng," kata Chandra dengan bahasa isyaratnya dan dibantu penerjemah.

Tak hanya sekadar mencari pengalaman kerja, tujuan Chandra magang di Pemprov Jateng adalah untuk mendorong aksesibilitas informasi publik bagi teman-teman seperjuangannya.

Dia juga ingin memperkenalkan dunia tuli kepada masyarakat.

Baca juga: Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Jateng Dinilai Masih Lemah

"Selama ini, teman-teman tuli itu butuh akses, dan saya ingin menyampaikan masukan dari teman-teman tuli di Jateng soal akses itu kepada pemerintah," kata Chandra.

Menurutnya, akses penyandang tuli khususnya tuli terkait informasi publik, lanjut Chandra, selama ini masih belum terpenuhi dengan baik. Banyak informasi visual, tanpa memberikan teks atau subtitle.

"Sementara juru bahasa isyarat juga tidak dipakai, sehingga informasi itu tidak sampai kepada kami," tegasnya.

Dengan magang di Pemprov Jateng dan bagian Humas yang dipilih, Chandra berharap dapat menjadi jembatan informasi publik kepada teman-teman tuli di seluruh Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

Baca juga: Gadis Desa Pelosok Anak Buruh Bangunan Ini Terpilih Jadi Paskibra Jateng, Cita-citanya Polwan

"Semoga ke depan Jawa Tengah semakin ramah terhadap penyandang disabilitas sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakatnya," ujarnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya