Viral, Pasien Sedang Sekarat, Dokter Malah Baru Pakai APD, Keluarga Ngamuk dan Histeris

Kompas.com - 28/08/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCKIlustrasi rumah sakit

BANDA ACEH, KOMPAS.com -  Sebuah rekaman video keluarga pasien suspect Covid-19 mengamuk di ruang Pinere, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, viral di media sosial (medsos). 

Video tersebut direkam langsung oleh anak pasien pada Rabu (26/08/2020).

Dalam video berdurasi 03.51 menit itu terlihat keluarga marah-marah terhadap petugas medis yang tengah memakai baju APD  saat pasien sedang dalam kondisi sekarat. 

“Woi dari jam berapa kalian masuk ke sini? Baju APD saja belum kalian pakai. Itu pasien butuh pertolongan!" teriak keluarga pasien yang terekam dalam video tersebut. 

Baca juga: Duduk Perkara Ibu Hamil Harus Rapid Test Meski Pecah Ketuban dan Bayi Pun Meninggal

Keluarga mana yang terima diperlakukan begitu...?

Tak lama, pihak keluarga menangis histeris setelah mengetahui nyawa orangtuanya telah tiada.

Dikonfirmasi oleh Kompas.com, pasien adalah BR, pensiunan TNI dari Aceh Barat. Perekamnya adalah Irham Wahyudi (25), anak BR.

Ia mengaku sengaja merekam momen tersebut karena kecewa terhadap dokter dan perawat di rumah sakit tersebut yang dinilai lalai. 

Kelalaian mereka mengakibatkan ayahnya meninggal dunia tanpa mendapatkan pertolongan apa-apa.  

“Kalau orang melihat video tersebut tanpa mendengar cerita dari saya pasti dikira saya marah-marah tanpa sebab dan tidak jelas. Keluarga mana yang bisa terima kalau orangtua kita diperlakukan seperti itu?” jelasnya. 

Baca juga: Kecewa dengan Pelayanan Rumah Sakit, Pria di Sumbar Doakan Tenaga Medis Terkena Corona

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan keluarga pasien mengamuk di ruang pinere RSUD Cut Nyak Dhie Meulaboh, pada Rabu (26/8/2020) malam. Didalam video tersebut terlihat para petugas mendapat makian dari keluarga pasien secara bertubi-tubi. Pasien yang memiliki gejala corona berupa demam, sesak nafas dan batuk itu dirawat di ruang pinere sejak Selasa (25/8/2020), dan pada Rabu (26/8/2020) sore meninggal dunia. Keluarga pasien mengamuk lantaran menilai karena petugas kurang maksimal dalam pelayanan. Namun insiden tersebut berhasil dikendalikan oleh aparat TNI pada malam itu juga, sehingga suasana kembali kondusif. Sementara proses penanganan pasien yang meninggal di ruang pinere itu dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Menurut Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Putri Fathiyah yang dikonfirmasi Serambinews, Kamis (27/8/2020) mengatakan, insiden tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman. Ia menambahkan, ruang pinere merupakan kawasan zona merah, sehingga tidak sembarang orang boleh memasuki daerah tersebut, termasuk pihak keluarga pasien. Penentuan dan kebijakan tersebut guna mencegah terjadinya penyebaran covid-19 di Aceh Barat.

A post shared by Serambi Indonesia Daily (@serambinews) on Aug 27, 2020 at 8:26am PDT

 

Masuk isolasi 01.00 WIB, hingga jam 10.00 tak ditangani

Wahyudi menyebutkan ayahnya di bawa ke IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh pada Selasa (27/08/2020) sekitar Pukul 00.00 WIB dalam kondisi nyaris tak sadarkan diri. 

Tak lama di ruang IGD pasien langsung dibawa ke ruang Pinere untuk diisolasi karena diduga suspect corona.

“Kondisi ayah saya saat tiba di IGD antara sadar dan tidak, tapi langsung diisolasi karena dibilang suspect corona. Seharusnya kalau diduga corona kan harus rapid test dan swab tapi ini langsung isolasi tanpa ada hasil menunjukkan ayah saya terpapar corona,” katanya.

Setelah di isolasi di ruang Pinere sejak pukul 01.00 WIB, hingga pukul 10.00 WIB pasien BR  tidak mendapat penangan apa-apa dari petugas medis. Bahkan tidak diantarkan makan oleh petugas. 

 

“Jangankan penanganan kepada ayah saya, nasi saja sudah jam 10.00 pagi tidak diantar," kata Wahyudi. 

"Saat kami tanya, karena pasien masuk malam dan belum terdaftar sehingga tidak dapat makan. Seharusnya diberitahukan ke kami, biar kami yang beli makan dari luar untuk ayah. Seperti itulah pelayanan di RSUD Cut Nyak Dhien, keluarga siapa yang tidak marah?” sebutnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Regional
Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Regional
Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Regional
Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Regional
147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

Regional
Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Regional
Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X