Pemerintah Diminta Salurkan Bantuan untuk Pekerja Rumah Tangga

Kompas.com - 28/08/2020, 17:20 WIB
Ilustrasi uang KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi uang

SEMARANG, KOMPAS.com - Koordinator Serikat Pekerja Rumah Tangga (PRT) Merdeka Semarang Nur Kasanah meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib para pekerja rumah tangga.

Terlebih, PRT yang termasuk pekerja informal tidak mendapatkan subsidi gaji dari pemerintah.

"Saat pencairan dana BPJS TK mereka enggak ada yang dapat. Karena PRT dianggap jadi anggota BPJS dari golongan bukan pekerja penerima upah (BPU). Artinya, mereka ini luput dari perhatian pemerintah," kata Nur kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Abaikan Protokol Kesehatan, Bupati Semarang Tegur Pengantre Bansos

Nur menyebut, dari 269 anggotanya, hanya 12 PRT yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. 

"Sejumlah PRT memilih membayar sendiri iurannya karena menganggap keberadaan program BPJS sangat penting untuk melindungi aktivitas kerjanya," katanya.

Belum lagi, gaji yang diterima para PRT selama ini menurutnya tak sepadan dengan beban kerja yang mereka rasakan.

"Semua kecelakaan kerja yang dialami PRT enggak ada jaminan keselamatannya sama sekali. Kalau cacat mereka yang menanggung sendiri," tambahnya.

Dia mengungkapkan, masih banyak para PRT yang mendapat upah di bawah standar UMR.

"Kalau mereka bayar iuran BPJS sendiri itu sebesar Rp 36.800. Sedangkan mereka terima gajiannya setiap bulan hanya Rp 800.000 sampai Rp 1 juta. Padahal, kepersertaan BPJS kan jadi kebutuhan mendesak karena PRT punya beban kerja yang penuh risiko. Misalnya rentan tersiram air panas, kena sengatan listrik, jatuh dari sepeda motor dan masih banyak lainnya," terangnya.

Baca juga: Minta Warga Waspadai Happy Hypoxia pada Orang Terjangkit Covid-19, Dinkes Semarang: Cukup Berbahaya

Di Semarang, masa kerja PRT sekitar 10-15 tahun.

Tak jarang ada PRT yang sudah sepuh sehingga sulit mendapat pekerjaan lainnya. 

"Mereka masa kerjanya 10-15 tahun. Ada yang lansia juga. Sayangnya, mereka statusnya dianggap pekerja informal. Di sisi lain, peran PRT kan sangat besar. Tanpa bantuan PRT, majikan gak akan bisa leluasa kerja di sektor publik," pungkasnya. 

Atas situasi tersebut, pihaknya mendesak kepada pemerintah untuk memikirkan nasib PRT dan pekerja informal lain untuk menjadi bagian dari penerima subsidi gaji.

Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah pusat agar segera mengesahkan RUU Perlindungan PRT.

Pasalnya, RUU Perlindungan PRT dinilai dapat memberikan keadilan bagi PRT yang kerapkali mendapatkan diskriminasi dan kekerasan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X