Cerita Guru di NTT, Berjalan 2 Kilometer dan Mendaki Bukit demi Sinyal Telepon dan Internet

Kompas.com - 28/08/2020, 06:00 WIB
Seorang Guru Garis Terdepan di Pedalaman Manggarai Barat, NTT mencari signal internet di Bukit Sewo untuk mengikuti pelatihan Pembelajaran Teknologi, Rabu, (26/8/2020). (HANDOUT/Sefrianus Jemandu) HANDOUTSeorang Guru Garis Terdepan di Pedalaman Manggarai Barat, NTT mencari signal internet di Bukit Sewo untuk mengikuti pelatihan Pembelajaran Teknologi, Rabu, (26/8/2020). (HANDOUT/Sefrianus Jemandu)

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Sefrianus Jemandu (33), guru dalam program Garis Depan yang ditempatkan di SMPN 3 Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, harus berjalan kaki dua kilometer untuk mendapatkan akses internet dan telepon.

Sefrianus harus menuju Bukit Sewo agar bisa mengikuti pelatihan daring yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelatihan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Perbatik) 2020 itu digelar pada 21 Juli-20 Agustus 2020.

Selama satu bulan itu, Sefrianus berjalan kaki sembari menyandang tas berisi laptop ke Bukit Sewo.

"Saya rela jalan kaki naik bukit menuju pondok sinyal hanya demi pelatihan online, pelatihan pembelajaran berbasis teknologi yang diselenggarakan Pusdatin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia," kata Sefrianus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Negatif Covid-19, Jerinx Minta IDI dan Kemenkes Meneliti Kondisi Tubuhnya

Sefrianus sengaja mengikuti pelatihan itu untuk menambah wawasan diri. Ia ingin memahami cara mengintegrasikan teknologi, informasi, dan komunikasi, ke dalam pembelajaran, meski sekolahnya belum memiliki akses jaringan internet.

Sefrianus mengajar di SMPN 3 Macang Pacar sejak 2017. Ia merupakan guru dari program Garis Depan yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelum menjadi guru, ia sempat bekerja sebagai pemandu wisata dan wartawan media online.

"Hanya dua orang guru, saya dengan ibu Meri Sagay mengajar di SMPN 3 di pedalaman Manggarai Barat," kata dia.

Mengajar di tengah pandemi Covid-19

Menurut Sefrianus, pandemi Covid-19 menuntut pola pembelajaran yang sebelumnya manual menjadi digital. Perkembangan teknologi berperan penting dalam proses belajar mengajar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X