Nama Wali Kota Salatiga Dicatut SMS Penipuan

Kompas.com - 27/08/2020, 14:08 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto menduduki kursi Direktur RSUD Salatiga KOMPAS.com/ISTWali Kota Salatiga Yuliyanto menduduki kursi Direktur RSUD Salatiga

SALATIGA, KOMPAS.com - Nama Wali Kota Salatiga Yuliyanto dicatut oleh penipu yang beraksi melalui layanan pesan pendek (SMS).

Penipu tersebut mengabarkan kepada penerima SMS memenangkan undian berhadiah televisi.

Yuliyanto mengetahui adanya penipuan tersebut setelah ada warga yang mengonfirmasi langsung kepada dirinya.

Baca juga: Cegah Kejahatan di Masa Pandemi, Warga Salatiga Ciptakan Smart Identity Masker

"Warga tersebut bertanya kepada saya, dia mengirimkan pesan yang diperolehnya, ada beberapa tadi yang tanya," ujarnya, Kamis (27/8/2020).

Yuliyanto menegaskan dirinya tidak membagikan hadiah berupa televisi, sehingga kepada masyarakat yang menerima pesan tersebut, diminta untuk mengabaikan.

"Kalau memang ada hadiah, pemberitahuannya tidak melalui SMS, tapi melalui perangkat, bisa dari kecamatan atau kelurahan, juga Dinas Sosial," kata Yuliyanto.

Kepada masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya SMS tersebut, dia mengimbau agar segera melapor ke Polres Salatiga.

Baca juga: Kemampuan Lahan Penampung Berkurang, Debit Mata Air di Salatiga Turun Drastis

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Akhwan Nadzirin mengatakan masyarakat jangan mudah percaya dengan penipuan bermodus SMS.

"Sampai saat ini belum ada yang lapor, tapi saya sudah komunikasi dengan Wali Kota Salatiga terkait hal ini, kita akan melakukan penyelidikan," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

Regional
Angka 'Stunting' di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Angka "Stunting" di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Regional
Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Regional
Upaya YLP Membantu Napi Terorisme Kasim Khow agar Kembali Diterima di Masyarakat

Upaya YLP Membantu Napi Terorisme Kasim Khow agar Kembali Diterima di Masyarakat

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pati Kembali Berlakukan Jam malam

Kasus Covid-19 Meningkat, Pati Kembali Berlakukan Jam malam

Regional
Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2020

Regional
11 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Sisi Timur Ditutup 7 Hari

11 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Sisi Timur Ditutup 7 Hari

Regional
Jokowi Soroti Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Dinkes Sebut Ada Kekeliruan Dobel Data

Jokowi Soroti Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Dinkes Sebut Ada Kekeliruan Dobel Data

Regional
6 Orang Jadi Tersangka Makar karena Membentang Bendera Bintang Kejora Saat Demo di Sorong

6 Orang Jadi Tersangka Makar karena Membentang Bendera Bintang Kejora Saat Demo di Sorong

Regional
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Bandara Abdulrachman Saleh Tetap Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Bandara Abdulrachman Saleh Tetap Beroperasi Normal

Regional
Seorang Pengelola Wisata Tewas Usai Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Begini Kronologinya

Seorang Pengelola Wisata Tewas Usai Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Begini Kronologinya

Regional
Dalam 4 Hari, Parigi Moutong 25 Kali Diguncang Gempa

Dalam 4 Hari, Parigi Moutong 25 Kali Diguncang Gempa

Regional
Perayaan Malam Tahun Baru di Mataram Ditiadakan, Masyarakat Diminta Tetap di Rumah

Perayaan Malam Tahun Baru di Mataram Ditiadakan, Masyarakat Diminta Tetap di Rumah

Regional
Dua Anggota KPPS di Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dua Anggota KPPS di Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X