Kasus Bidan "Live" Bugil di Medsos, Terancam UU ITE dan Mengaku Cari Uang

Kompas.com - 27/08/2020, 13:34 WIB
Ilustrasi pornografi Thinkstock/AndreyPopovIlustrasi pornografi

KOMPAS.com - Diduga ingin menambah follower di akun media sosial, seorang bidan di Lahat, Sumatera Selatan, nekat live bugil di media sosial.

Di hadapan polisi, bidan berinisial AW (20) tersebut sudah live tiga kali.

Dari pemeriksaan sementara, AW memakai aplikasi Boom Live. Videonya beredar luas di media sosial.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Mencari pengikut agar dapat uang

Dari keterangan AW, semakin banyak pengikut di aplikasi live tersebut bisa mendapatkan uang seiring dengan jumlah pengikut.

"Dari aplikasi itu dia biasa 'live', setiap live selalu bugil agar pengikutnya banyak untuk mendapatkan uang. Pengakuan saksi seperti itu," kata Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Barmawi melalui sambungan telepon, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Bidan Asal Lahat Live Bugil 3 Kali demi Cari Pengikut di Medsos

Namun, AW mengaku belum mendapatkan uang saat melakukan bugil di depan kamera. Sebab, AWM masih mencari para pengikut.

"Menurutnya, kalau dia banyak yang ngikut dia dapat banyak (uang). Untuk sekarang belum dapat," ujarnya.

 

2. Berstatus bidan honorer

AW diketahui masih bertatus honorer di sebuah puskesmas di Kabupaten Lahat.

Polisi telah meminta keterangannya terkait aksinya tersebut.

"Kemarin diperiksa sebagai saksi. Ia mengakui bahwa video tersebut adalah dirinya," kata Kurniawi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon.

3. Terancam UU ITE

Sementara itu, dalam pemeriksaan terhadap AW, polisi masih mendalami keterangan para saksi.

Baca juga: Diduga Paksa 14 Siswi SMP Kirim Video Bugil untuk Masturbasi, Mahasiswa Ini Akan Dites Kejiwaannya

Sebelumnya video "live" bugil AW telah menyebar di berbagai media sosial.

Sehingga, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memanggil AW.
Namun, Kurniawi belum bisa memberikan secara detail lokasi dan waktu AWM melakukan live video bugil tersebut.

"Kita belum sampai ke sana, saat ini masih pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti. Sejauh ini statusnya masih saksi," jelasnya.

Sementara itu, jika terbukti bersalah, AWM bisa dikenakan Undang-undang ITE pasal 27 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara lima tahun.

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Farid Assifa)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Regional
Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Regional
Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Regional
Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Regional
Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Regional
Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Regional
Pengakuan Suami yang Memperkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Pengakuan Suami yang Memperkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Regional
Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Regional
Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Regional
Crazy Rich Gilang Widya Pramana Disuntik Vaksin Covid-19: Enggak Ada yang Perlu Ditakutkan

Crazy Rich Gilang Widya Pramana Disuntik Vaksin Covid-19: Enggak Ada yang Perlu Ditakutkan

Regional
Berkedok Jualan Jamu, Wanita Muda Ini Ditangkap karena Jual Miras Via Medsos

Berkedok Jualan Jamu, Wanita Muda Ini Ditangkap karena Jual Miras Via Medsos

Regional
Rumah Orangtuanya Terkunci, Linan Masuk Lewat Jendela, Kaget Lihat Semua Keluarganya Tewas

Rumah Orangtuanya Terkunci, Linan Masuk Lewat Jendela, Kaget Lihat Semua Keluarganya Tewas

Regional
Tak Mau Repot Saat Disuntik Vaksin, Ganjar Kenakan Baju Adat Unik

Tak Mau Repot Saat Disuntik Vaksin, Ganjar Kenakan Baju Adat Unik

Regional
Syuting Sinetron 'Ikatan Cinta' Timbulkan Kerumunan, Bupati Bogor: Kalau Melanggar, Harus Dibubarkan

Syuting Sinetron "Ikatan Cinta" Timbulkan Kerumunan, Bupati Bogor: Kalau Melanggar, Harus Dibubarkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X