Jumlah Pendukung Paslon Pilkada Makassar 2020 Saat Mendaftar Dibatasi 15 Orang

Kompas.com - 27/08/2020, 10:51 WIB
Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar melantik PPK dan PPS di masa pandemi Covid-19, Senin (15/6/2020). KPU MakassarKomisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar melantik PPK dan PPS di masa pandemi Covid-19, Senin (15/6/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) membatasi jumlah massa pendukung saat pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar pada 4 hingga 6 September 2020 mendatang.

Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar mengatakan, tiap pasangan hanya diperbolehkan ditemani oleh perwakilan masing-masing partai pendukung dan timnya sendiri.

“Tiap Bapaslon dan timnya yang bisa masuk maksimal 15 orang. Kita batasi orang yang bisa masuk dalam ruangan. 15 orang yang boleh masuk itu mempunyai surat keterangan,” tutur Gunawan kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Usung Keponakan Kalla pada Pilkada Makassar, Demokrat Klaim Punya Tradisi Menang

Hal tersebut dikhawatirkan penyebaran virus Covid-19 dapat mengganggu proses tahapan pilkada.

"Jadi aturan ini berdasarkan protokol kesehatan yang digunakan,” katanya.

Pihak KPU Makassar, lanjut Gunawan, telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk melakukan pengamanan saat pendaftaran Bapaslon.

“Tadi kami melakukan koordinasi dengan Kapolrestabes Makassar dan Dandim. Koordinasi terkait dengan jadwal pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar yang kian dekat. Termasuk mengenai kondisi kekinian pencalonan, skenario pengamanan, skema pendaftaran di lokasi, serta pelaksanaan disiplin Covidnya,” ungkapnya.

Baca juga: Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Dia menambahkan, KPU Makassar telah melakukan simulasi persiapan pendaftaran paslon yang digelar Rabu (26/8/2020) malam.

“Lewat simulasi ini kami juga bisa memprediksi secara terukur waktu yang dibutuhkan tiap bakal pasangan calon saat mendaftar, mulai dari masuk halaman kantor hingga berita acara pendaftaran ditandatangani. Selain itu, hal-hal yang kami anggap kurang sekaligus kami perbaiki, dan juga mengevaluasi pelaksanaan protap Covid,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Regional
Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Regional
Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Regional
TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

Regional
Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Regional
Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Regional
PGRI Lamongan Luncurkan Mobil Sekolah Keliling, Siap Bantu Sekolah dan Siswa Belajar Daring

PGRI Lamongan Luncurkan Mobil Sekolah Keliling, Siap Bantu Sekolah dan Siswa Belajar Daring

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X