Kompas.com - 26/08/2020, 21:49 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/creativenekoIlustrasi virus corona

PADANG, KOMPAS.com - Polisi memeriksa 6 warga terkait insiden buka paksa peti jenazah pasien Covid-19 di Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

"Ada 6 warga yang kita amankan. Mereka awalnya tidak percaya terhadap hasil swab almarhum YS," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Setelah petugas memperlihatkan hasil tes resmi yang dikeluarkan Laboratorium Universitas Andalas, akhirnya mereka percaya dan mengakui kesalahannya.

Baca juga: Mengusap Wajah dengan Air Liur Jenazah Pasien Corona, Ini Hasil Tes Swab HL

"Mereka akhirnya percaya setelah melihat hasil tes almarhum. Mereka mengakui kesalahan dan sudah meminta maaf," kata Dony.

Bahkan, menurut Dony, empat di antara warga tersebut sudah menjalani tes swab yang dilakukan petugas kesehatan.

Peristiwa ini berawal dari ketidakpercayaan keluarga bahwa YS positif corona. Sebab, pihak keluarga merasa tidak ada keterangan tertulis dari pihak yang berwenang.

Lalu, pihak keluarga berinisiatif untuk memandikan, menyalatkan dan memakamkan, sehingga peti jenazah dibuka.

Baca juga: Pertahankan Jenazah Pasien Corona, Dokter Ini sampai Dipukul

Sebelumnya diberitakan, peti jenazah seorang warga yang meninggal akibat positif Covid-19 dibuka paksa masyarakat.

Jenazah dikeluarkan dari peti, kemudian bungkusan dibuka, dimandikan dan selanjutnya dishalatkan.

Sejumlah petugas medis yang membawa jenazah diusir warga.

Baca juga: TKI Asal Lampung Meninggal di Malaysia, Keluarga Tak Punya Uang untuk Memulangkan Jenazah

Bahkan, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan juga diusir.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (24/8/2020), saat jenazah dibawa dari RSAM Bukittinggi menuju rumah duka di Padang Parit Panjang, Kenagarian atau Desa Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Ferizal Ridwan mengatakan, warga yang hadir dalam insiden buka paksa peti jenazah itu ada ratusan orang.

Ironisnya, mereka terdiri dari mulai anak-anak hingga orangtua. Mayoritas tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

"Ada ratusan. Berdesakan dan mayoritas tidak pakai masker, dari anak-anak hingga orangtua," kata Ferizal Ridwan saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Ferizal sangat menyayangkan hal tersebut, karena bisa menyebarkan virus corona tersebut.

Pihaknya akan melakukan tracing kepada seluruh warga yang hadir dalam insiden tersebut.

"Kita akan lakukan tracing, akan banyak yang dites swab," kata Ferizal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X