Bocah 6 Tahun yang Dianiaya Ibu Kandung Harus Jalani Operasi Tulang Lengan

Kompas.com - 26/08/2020, 17:51 WIB
Dua pelaku penganiayaan terhadap gadis cilik berusia 5 tahun diapit petugas saat ekspose perkara di Polres Kotawaringin Timur, Kalteng, Selasa (25/8/2020).  KOMPAS.com/IstimewaDua pelaku penganiayaan terhadap gadis cilik berusia 5 tahun diapit petugas saat ekspose perkara di Polres Kotawaringin Timur, Kalteng, Selasa (25/8/2020).

SAMPIT, KOMPAS.com - Setelah melalui pemeriksaan di RS dr Murjani Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, L (6), korban penganiayaan oleh ibu kandung, harus menjalani operasi pemulihan lengan kirinya yang patah.

Direktur RS dr Murjani Sampit Yudha Herlambang mengatakan, kondisi L setelah dirawat jalan pada 23 Agustus 2020 lalu tampak stabil.

Meski mengalami luka dan lebam di sekujur tubuh, L tidak perlu menjalani rawat inap.

Namun, tim dokter RS dr Murjani merujuk ke Palangkaraya untuk mengobati tulang lengan L yang patah akibat dianiaya.

"Setelah dirawat L kembali ke rumah neneknya. Saat ini L menunggu jadwal operasi minggu depan," kata Yudha.

Baca juga: Kronologi Ibu Aniaya Anak Kandung Usia 5 Tahun, Dibantu Pacar Pukuli Korban hingga Patah Tangan

Didampingi LSM Lentera Kartini Kotawaringin Timur, L bertolak ke Palangkaraya. Di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini, L dijadwalkan menjalani operasi pemulihan tulang lengan kirinya di RS Betang Pambelum Palangkaraya.

"Kami mendampingi korban yang akan menjalani operasi. Ini sedang dalam perjalanan, sebentar lagi masuk Palangkaraya. Anak L sekarang sedang berada di ambulans milik Polres Kotawaringin Timur," ujar Forisni Aprilista, Ketua LSM Lentera Kartini melalui telepon Rabu sore.

Mereka bertolak dari Rumah Aman Lentera Kartini di Sampit, Rabu (26/8/2020) sekitar pukul 13.30 siang.

Selain mendampingi menjalani proses pengobatan fisik, LSM Lentera Kartini juga telah menyiapkan psikolong untuk pemulihan kondisi mental L pascapenganiayaan oleh ibu kandungnya.

Forisni yang berangkat bersama pengurus LSM Lentera Kartini menggunakan mobil terpisah menerangkan, kondisi L saat bertolak ke Palangkaraya dalam keadaan baik dan stabil. Bahkan L sudah tampak semringah dan ceria. Terlebih saat pengurus merayakan ulang tahunnya yang ke-6.

"Kebetulan sekali ulang tahun L jatuh pada 27 Agustus. Terlihat senyum bahagia, Mas, saat menerima kue," ungkap Forisni.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur AKP Zaldy Kurniawan menyebut rombongan pengantar terdiri dari sejumlah instansi terkait.

Selain anggota Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Kotawaringin Timur dan LSM Lentera Kartini, ada pula pihak keluarga, yakni kakek dan nenek L, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurut dia, Kapolres Kotawaringin Timur Abdoel Haris Jakin yang memfasilitasi keberangkatan L untuk menjalani perawatan lebih lanjut di Palangkaraya.

"Atas instruksi Kapolres, kita gunakan ambulans untuk mengantarkan L ke rumah sakit rujukan. Rencananya ke RS Betang Pambelum," tutupnya.

Baca juga: Polisi Tegaskan Tak Salah Tangkap Bocah 13 Tahun di Makassar: Ada Buktinya

Sebelumnya diberitakan, L adalah anak korban penganiayaan oleh ibu kandungnya, Hy alias Y.

Tidak sendiri, Y dibantu kekasihnya, St alias A, yang selama ini telah tinggal bersamanya.

Dari hasil penyidikan aparat Polres Kotawaringin Timur, St alias A kerap melampiaskan kemarahan karena L tidak menurut.

Bukannya membela atau melindungi anaknya, Y tidak jarang ikut turun tangan menganiaya sang anak yang tidak berdaya melawan tenaga orang dewasa.

Perbuatan mereka terbongkar pada 23 Agustus lalu. Saat itu keduanya menelantarkan L yang sudah dalam kondisi mengalami lebam di sekujur tubuh, pelipis kiri robek, serta lengan kiri patah, di sebuah warung di Kecamatan Baamang, Sampit.

Warga yang menemui L dalam kondisi memprihatinkan lalu melapor ke polisi. Sempat menghilang kurang lebih 24 jam, Y dan pasangannya tertangkap aparat Satlantas Polresta Palangkaraya di depan kampus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Mereka berupaya melarikan diri ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

 

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X