Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/08/2020, 22:58 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada seluruh pejabat publik patut memberikan contoh terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal tersebut menyusul adanya sebuah unggahan di Twitter tentang peresmian pabrik suling kayu putih Koperasi Kendeng Rimba Raya IPHS Kabupaten Grobogan.

Cuitan berisi foto-foto kegiatan tersebut diketahui diunggah pada Senin (24/8/2020) malam.

Dalam foto tersebut tampak beberapa orang tamu undangan yang diduga pejabat tidak mengenakan masker dan ada juga yang tidak benar dalam mengenakan masker.

Baca juga: Ganjar Singgung Pejabat Tak Kenakan Masker Saat Acara Peresmian di Grobogan

Ganjar pun mengingatkan para pejabat pemerintahan agar disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga bisa memberikan contoh adaptasi kebiasaan baru kepada masyarakat.

"Siapapun di antara kita, ternyata ketidaktertiban itu sering muncul. Bukan hanya kita nyalahke (menyalahkan) masyarakat ayo dicekeli, sekarang lagi operasi kan? Kemarin ada yang berontak, melawan, lha kalau kita sendiri tidak kasih contoh, pejabatnya, ya bahaya itu, maka saya bilang jangan ada kengeyelan dari pemerintahan, ya eksekutif, legislatif jangan ada di antara kita kengeyelan," kata Ganjar dalam siaran pers, Selasa (25/8/2020).

Selain itu, Ganjar juga mengkritik pemerintah daerah yang berencana menggelar event besar.

"Janganlah, Jateng masih seperti ini kok mau buat event besar. Event besar uyuk uyukan (berdesak-desakan) gitu. Kemarin ada mal dibuka langsung saya kontak nggak boleh. Ternyata tidak siap mengontrol. Ini contoh-contoh. Artinya kita jangan sepelekan. Itulah adaptasi kebiasaannya ini belum adaptif. Maka saya akan berteriak dan tidak pernah berhenti soal itu. Saya tidak peduli siapapun saya peringatkan," tegasnya.

Baca juga: Ganjar Tegur Pengelola Mal di Semarang yang Pengunjungnya Membeludak dan Abai Jaga Jarak

Ganjar mengaku belum mengetahui siapa orang yang tidak bermasker dalam foto tersebut.

Namun, dia menduga orang tak bermasker tersebut dari eksekutif, legislatif, dan perangkat desa.

"Kalau tidak salah, ada dari eksekutif, legislatif dan perangkat desa. Makanya di dinas itu kok tidak pakai (masker), saya agak sensitif soal itu. Kalau model vicon juga saya agak sensitif untuk bisa ingatkan secara langsung. Mengingatkan secara langsung itu sekaligus efek kejut yang kita berikan kepada mereka," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.