Fitri Tak Menyangka Wajah Anaknya Ada di Uang Rp 75.000: Semuanya Mendadak...

Kompas.com - 25/08/2020, 19:17 WIB
Agustinus Rumere (9 tahun), salah satu dari sembilan anak yang wajahnya ditampilkan pada bagian belakang uang Rp 75.000, Jayapura, Papua, Selasa (25/8/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIAgustinus Rumere (9 tahun), salah satu dari sembilan anak yang wajahnya ditampilkan pada bagian belakang uang Rp 75.000, Jayapura, Papua, Selasa (25/8/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Agustinus Rumere (9) merupakan satu dari sembilan anak yang wajahnya tercetak di uang pecahan Rp 75.000 edisi khusus kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Sama seperti beberapa anak lainnya, Agustinus dan keluarganya tak tahu pemotretan yang dilakukan pada Agustus 2019 itu untuk kepentingan pembuatan uang edisi khusus.

Fitri Seserai, ibunda Agustinus, mengaku telah lupa dengan pemotretan itu. 

"Saya tidak tahu sama sekali akan begini, karena itu sudah satu tahun lalu, saya sudah lupa," kata Fitri di Jayapura, Selasa (25/8/2020).

Fitri yang bekerja di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Papua itu menyebut, proses pemotretan itu terjadi secara mendadak dan singkat.

Baca juga: Cerita Agustinus, Anak Asal Papua di Uang Rp 75.000, Dipotret Saat Sakit Malaria

Pada Agustus 2019, Fitri diminta membawa anaknya ke KPw BI Papua. Saat itu, ada sejumlah perwakilan dari Bank Indonesia Pusat yang telah menunggu di kantornya.

Saat itu, Fitri diminta mencari pakaian adat untuk dipakai anaknya.

Ia pun mencari tempat peminjaman pakaian adat. Karena mendadak, Fitri tak leluasa memilih pakaian adat untuk dipakai anaknya.

"Yang dipakai untuk foto baju adat Serui, saat itu cari baju pas dapatnya Serui, semuanya mendadak," kata dia.

Tak jauh berbeda dengan Fitri, Kepala KPw BI Papua Naek Tigor Sinaga mengaku tak menyangka ada wajah anak asal Papua di uang kertas edisi khusus itu.

"Mekanismenya langsung dari kantor pusat, kita hanya diminta untuk menyiapkan. Kita juga belum tahu untuk apa, kita hanya diminta untuk menghadirkan anak-anak yang bisa mewakili orang Papua asli," kata Naek.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X