Nama Gang di Kampung Ini Dibuat untuk Menarik Minat Belajar Anak Eks TKI Malaysia

Kompas.com - 25/08/2020, 15:05 WIB
Sejumlah masyarakat kampung Timur Nunukan gotong royong masang plang nama gang kampung bernuansa pendidikan untuk mengingatkan pentingnya arti pendidikan Kompas.com/Ahmad DzulviqorSejumlah masyarakat kampung Timur Nunukan gotong royong masang plang nama gang kampung bernuansa pendidikan untuk mengingatkan pentingnya arti pendidikan

NUNUKAN.KOMPAS.com – Nama gang bernuansa pendidikan dipasang oleh sejumlah tokoh masyarakat di kampung Timur Rt.031 Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ada yang diberi nama Gang Membaca, Gang Mengeja, Gang Menulis, Gang Menggambar, Gang Melukis, Gang Berdiskusi, Gang Perkalian, dan Gang Menghafal.

Bastian, salah satu tokoh pemuda kampung Timur, mengatakan penamaan gang dengan ornamen pendidikan dibuat atas dasar keprihatinan para tokoh di kampung yang mayoritas penduduknya merupakan eks TKI Malaysia.

"Mereka hanya tahu bekerja, bekerja dan bekerja, mereka nguli, mengikat bibit rumput laut, tidak ada yang peduli pendidikan. Padahal kalau bicara ekonomi, pendidikan adalah salah satu cara mengentaskan kemiskinan," ujarnya ditemui, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Cerita Pilu Perempuan ODGJ Diperkosa di Depan Anaknya hingga Hamil di Nunukan...

Keprihatinan tersebut semakin menguat manakala pandemi Covid-19.

Para pelajar yang tadinya sekolah dan rajin mengikuti belajar daring, mulai terpengaruh dengan pergaulan anak-anak yang tak sekolah bisa membeli barang yang dia inginkan dari hasil mengikat benih rumput laut. 

Akibatnya, tidak sedikit dari anak kampung Timur mengabaikan pendidikan dan fokus mencari uang.

"Penamaan gang sengaja kita buat dengan nama-nama pelajaran. Selain untuk mengingatkan tugas generasi muda adalah belajar, sekaligus menjadi tanda, mereka tinggal di gang yang tadinya tidak ada namanya. Istilahnya memperjelas alamat domisili," lanjut Bastian.

Masih Ada Anak Buta Huruf di Kampung Timur

Ada hampir 200 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lahan seluas 4 hektar ini, hampir seluruh penduduk merupakan eks TKI yang dideportasi Malaysia pada 2003.

Tidak hanya dari suku Timur, suku Toraja, suku Bugis, suku Jawa bahkan suku asli Nunukan ada di kampung yang berjarak sekitar 2 kilometer dari alun-alun kota ini.

Baca juga: Cerita Dhea, Anak TKI yang 2 Kali Terpilih Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara, Ditinggal Orangtua Usia 2 Tahun

Dari puluhan anak usia pelajar di Kampung Timur, terdata sebanyak 23 orang yang telah didaftar untuk ikut paket A, 5 orang Paket B, 5 orang paket C.

Di kampung ini bahkan masih ditemukan sekitar 5 orang yang buta aksara, dengan rentang usia 10 hingga 30 tahun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X