Tiga Nelayan yang Ditangkap Saat Protes Penambangan Pasir Tak Diizinkan Didampingi Penasihat Hukum

Kompas.com - 24/08/2020, 18:31 WIB
Para warga ketika menarik kapal milik nelayan Kodingareng Lompo yang diduga hendak ditenggelamkan di perairan Kodingareng Makassar, Minggu (23/8/2020). Dok IstimewaPara warga ketika menarik kapal milik nelayan Kodingareng Lompo yang diduga hendak ditenggelamkan di perairan Kodingareng Makassar, Minggu (23/8/2020).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tiga nelayan Pulau Kodingareng Lompo Makassar yang ditangkap saat memprotes kapal penambang pasir oleh anggota Dit Polairud Polda Sulsel, Minggu (23/8/2020) hingga kini masih menjalani pemeriksaan. 

Namun, ketiga nelayan yang bernama Safaruddin, Baharuddin, dan Faisal tersebut sampai saat ini belum diizinkan polisi untuk didampingi penasihat hukum. 

Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Makassar Edy Kurniawan yang mendampingi nelayan tersebut mempertanyakan sikap polisi tersebut. 

Baca juga: 3 Nelayan Makassar Ditangkap Saat Dekati Kapal Penambang Pasir

Apalagi, kata Edy, pihaknya sudah menerima surat kuasa dari keluarga nelayan yang ditangkap.

"Kita datang untuk memberikan bantuan hukum dengan membawa surat kuasa yang akan ditandatangani. Namun pihak Polair tidak mengizinkan tim LBH Makassar untuk menemui tiga nelayan tersebut tanpa memberikan alasan," kata Edy, Senin (24/8/2020).

Sebanyak dua kali tim dari LBH Makassar menemui petugas agar bisa mendampingi pemeriksaan 3 nelayan.

Namun, kata Edy, petugas kepolisian menolak surat yang dibawa LBH Makassar. 

Terkait ketidakjelasan itu, Edy menyebut polisi melanggar Pasal 3 Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009, tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Dia mengatakan, setiap orang berhak mendapat bantuan hukum seperti yang tertuang dalam Pasal 28D ayat 1 UUD 1945.

"Intinya setiap orang yang diperiksa berhak mendapatkan bantuan hukum sejak saat penyidikan sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap," ujar Edy. 

Baca juga: Protes Aktivitas Penambangan Pasir, 3 Nelayan Ditangkap dan Kapalnya Ditenggelamkan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Baliho Rizieq Shihab, Tokoh Masyarakat: Sekarang Sudah Dipasang karena Ini di Kampung Saya...

Soal Baliho Rizieq Shihab, Tokoh Masyarakat: Sekarang Sudah Dipasang karena Ini di Kampung Saya...

Regional
Fakta di Balik Guguran Lava Sisa Erupsi Merapi Tahun 1954, Terekam CCTV dan Penjelasan BPPTKG

Fakta di Balik Guguran Lava Sisa Erupsi Merapi Tahun 1954, Terekam CCTV dan Penjelasan BPPTKG

Regional
Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Regional
Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

Regional
'Jadi yang Menolak Itu Masyarakat Secara Umum Kampung Taliwang, bukan FPI'

"Jadi yang Menolak Itu Masyarakat Secara Umum Kampung Taliwang, bukan FPI"

Regional
Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
Pemuda di Gunungkidul Buat Miniatur Kapal Pesiar dari Bambu, Harganya hingga Rp 12 Juta

Pemuda di Gunungkidul Buat Miniatur Kapal Pesiar dari Bambu, Harganya hingga Rp 12 Juta

Regional
386 Narapidana di Riau Masih Positif Covid-19, Polisi Beri Bantuan

386 Narapidana di Riau Masih Positif Covid-19, Polisi Beri Bantuan

Regional
Warga Tolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab, Satpol PP: Mereka Minta Dipasang Kembali

Warga Tolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab, Satpol PP: Mereka Minta Dipasang Kembali

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Bocah Kleptomania yang Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah | Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kisah Bocah Kleptomania yang Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah | Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi

Regional
Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X