Cerita Rina dan 2 Temannya Rela Belajar di Pinggir Selokan yang Bau demi Internet Gratis

Kompas.com - 24/08/2020, 17:46 WIB
Anak-anak belajar di tepi selokan yang bau dan kotor demi mendapatkan akses internet gratis untuk menyelesaikan tugas sekolahnya KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANAnak-anak belajar di tepi selokan yang bau dan kotor demi mendapatkan akses internet gratis untuk menyelesaikan tugas sekolahnya

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Bau menyengat di selokan yang ada di depan Kantor Kemenag Pamekasan Jalan Brawijaya, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, tidak menyurutkan tekad Rina Juliana dan kedua temannya untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Beralaskan baliho bekas, Rina dan teman-temannya betah duduk lesehan selama berjam-jam di pinggir kali untuk mendapatkan internet gratis.

Jaringan WiFi berasal dari kantor Kemenag. Bocah-bocah tersebut diberikan akses gratis agar bisa belajar.

Baca juga: Karyawan Freeport Demo dan Blokade Jalan Tambang di Tembagapura, Ini Tuntutannya

Ketiganya sempat ditawarkan untuk belajar di dalam kantor. Namun, mereka menolak karena khawatir mengganggu.

Kepada Kompas.com, Rina, siswi SMP Negeri 3 Pamekasan ini menuturkan, sebelumnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dia biasanya menggunakan paket data internet di ponsel milik ayahnya.

Namun, karena data internetnya sering tidak cukup, maka caranya mencari internet gratis.

"Kalau data internet di HP sering kehabisan karena ayah membelinya terbatas," ujar Rina ditemui di sela-sela menyelesaikan tugas sekolah, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Danramil Positif Covid-19, Istrinya Meninggal karena Corona, Koramil Tak Ditutup

Ayah Rina yang berprofesi sebagai petani tak sanggup terus menerus membeli paket internet.

Kemudian ayahnya bertemu dengan seorang teman yang menjadi pengawas di kantor Kemenag Pamekasan.

Teman ayahnya itu menawarkan agar Rina dan teman-temanannya menggunakan internet di kantornya.

"Akhirnya saya belajar pakai internet punya kantor pengawas Kemenag. Enak sekali karena lancar dan cepat," ucap Rina.

Rina dan teman-temannya merasa tidak terganggu dengan bau kali yang kotor.

Sebab, layanan internet gratis lebih penting daripada bau yang menyengat.

"Kalau hanya bau, lama-lama nyaman juga karena hidung sudah terbiasa," ungkapnya.

Saat menyelesaikan tugas sekolah, Rina didampingi tantenya, Fitriyah.

Menurut Fitriyah, anak-anak perlu diawasi agar fokus kepada tugas yang diberikan guru.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X