Kompas.com - 24/08/2020, 17:23 WIB
Terdakwa R saar berdiskusi dengan tim kuasa hukum usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Terdakwa R di vonis majelis hakim 1 tahun enam bulan penjara. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMATerdakwa R saar berdiskusi dengan tim kuasa hukum usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Terdakwa R di vonis majelis hakim 1 tahun enam bulan penjara.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara untuk DDS (58) dan R (58), terdakwa kasus susur Sungai Sempor yang menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi meninggal dunia.

Hakim menilai DDS dan R terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena kealpaan menyebabkan orang lain mati dan luka-luka.

Mereka dianggap melanggar Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama satu tahun enam bulan," ujar ketua majelis hakim, Annas Mustaqim, saat membacakan putusan dalam persidangan di PN Sleman, Senin (24/08/2020).

Baca juga: Seorang Pembina Pramuka dalam Tragedi Susur Sungai Sempor Divonis 1,5 Tahun Penjara

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta dua terdakwa ini dihukum dua tahun penjara.

Dalam putusannya, hakim menyebut perbuatan DDS dan R telah menyebabkan 10 orang tewas dan lima lainnya luka-luka dianggap sebagai hal memberatkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, perbuatan mereka juga telah menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa merasa bersalah dan menyesal. Selain itu terdakwa belum pernah dihukum.

"Keluarga terdakwa telah memberikan santunan tali asih kepada keluarga korban meninggal dunia," ucap Annas.

Baca juga: Dua Terdakwa Kasus Susur Sungai Sempor Juga Dituntut 2 Tahun Penjara

Terkait keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir.

Hal yang sama juga dinyatakan pengacara DDS dan R.

 

Kuasa hukum terdakwa DDS, Safiudin usai persidangan mengatakan masih memanfaatkan waktu tujuh hari untuk pikir-pikir.

"Secara hukum kami diberi hak tujuh hari untuk membuat kesimpulan apakah ini diterima atau mengajukan upaya hukum, sehingga tadi kami menyatakan pikir-pikir. Jadi tujuh hari ini pikir-pikir biar terdakwa merenung dulu," ungkapnya.

Baca juga: Tiga Terdakwa Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Didakwa Pasal Kelalaian

Sementara itu, kuasa hukum R, Sudarsono juga menyatakan pikir-pikir dengan putusan satu tahun, enam bulan.

"Kami selaku kuasa hukum dari LBH PGRI, dengan putusan yang 1 tahun enam bulan bahwa kami pikir-pikir. Tujuh hari pikir-pikir, nanti selama tujuh hari saya tidak melakukan upaya hukum banding, ya menerima putusan," tandasnya.

Sebelumnya, di sidang pertama dengan terdakwa IYA majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun enam bulan penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X