Sukabumi Diguyur Hujan Es Selama 30 Menit

Kompas.com - 23/08/2020, 18:04 WIB
Seorang warga memperlihatkan butiran es saat turun hujan deras mengguyur Kampung  Sungapan, Desa/Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/8/2020). ROBY CANCERA/WARGA KADUDAMPITSeorang warga memperlihatkan butiran es saat turun hujan deras mengguyur Kampung Sungapan, Desa/Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/8/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Hujan yang disertai butiran es terjadi di Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/8/2020) sekitar 15.30 WIB.

Sejumlah warga membenarkan telah terjadinya fenomena alam itu di wilayahnya yang berlangsung sekitar 30 menit.

Es yang jatuh dari langit berbentuk butiran seukuran kelereng kecil.

"Hujannya tiba-tiba turun dengan intensitas lebat disertai butiran es seukuran kelereng kecil," ungkap Roby Cancera (32) warga Kampung Sungapan kepada Kompas.com, Minggu sore.

Baca juga: Heboh Awan Gelombang Tsunami di Meulaboh, BMKG: Bisa Timbulkan Angin Kencang dan Hujan Es

Dia menuturkan awalnya langit terlihat gelap dari arah Kota Sukabumi mengarah ke wilayah Kadudampit.

Sekitar 15.45 WIB, hujan deras mengguyur Kampung Sungapan, Desa Kadudampit.

Saat hujan deras mengguyur selain disertai butiran es juga diikuti kilatan petir dan gemuruh serta angin kencang.

Hujan berlangsung sekitar 30 menit.

"Saya sempat kaget juga ada hujan es, begitu juga para tetangga karena belum pernah terjadi di kampung kami," tutur dia.

Toni (47) warga lainnya di Kampung Cipetir, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, awalnya mengira bagian genting rumahnya ada yang bocor karena tiba-tiba diguyur hujan deras.

Baca juga: Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

"Saya kira genting bocor karena mendengar terus-terusan suara tak tik tok di atas genting. Setelah mengecek keluar rumah ternyata hujan es," kata Toni.

Dia menuturkan awalnya cuaca cerah dan terasa panas, lalu tiba-tiba langit gelap.

Tidak berlangsung lama, hujan mengguyur dengan deras disertai petir dan angin kencang.

"Setengah jam hujannya deras, aliran listrik juga mati," ujar Toni.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer Itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer Itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X