Kompas.com - 21/08/2020, 13:44 WIB
Korban aksi klitih di barat flyover Jombor, Agung Setyobudi tergolek lemas di IGD RS UGM, Jumat (21/8/2020). Korban aksi klitih di barat flyover Jombor, Agung Setyobudi tergolek lemas di IGD RS UGM, Jumat (21/8/2020).

KOMPAS.com - Seorang pemuda di Yogyakarta bernama Agung Setyobudi (33), menjadi korban pengeroyokan di jalanan oleh belasan orang menggunakan senjata tajam.

Nyawa Agung selamat, namun di beberapa bagian tubuhnya mengalami luka sabetan senjata tajam.

Agung mengaku sudah sempat pasrah ketika para pelaku secara kalap menyerang dirinya sebelum akhirnya ditolong warga. 

"Warga nolong itu saya kira kelompok mereka juga awalnya. Saya sudah pasrah. Ternyata mereka menolong," ucap Agung saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).

Baca juga: Wartawan Media Online di Sulbar Tewas Penuh Luka, Polisi Temukan Sepatu Diduga Milik Pelaku

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kronologi

Dilansir dari Tribunnews, Agung menceritakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 03.30 WIB dini hari, saat dirinya pulang kantor dari Jambon ke Condongcatur.

Lalu, saat melintas di perempatan Kronggahan, Agung melihat rombongan sepeda motor melintas di jalur cepat Ring Road.

Dirinya lalu mengambil jalur lambat. Tak disangka, dari arah belakang seorang pengendara motor menyalip sambil menyabetkan senjata tajam ke arahnya.

"Kena ini, pikirku dalam hati. Ternyata rombongan di depan yang lewat jalur cepat tadi udah nyegat pakai senjata tajam juga. Enggak tahu parah, celurit, atau apa," ujarnya.

Baca juga: Aksi Klitih Kembali Terjadi, Agung Hampir Tewas Setelah Dibacok Belasan Pesepeda Motor

 

Berusaha kabur

Agung saat itu berusaha kabur. Namun, rombongan tersebut mengejarnya dan mengeroyoknya dengan sadis.

Agung terus mencari perlindungan sembari menjaga kepalanya agar tak terkena sasaran amukan para pelaku.

Saat bersembunyi di sebuah tembok bangunan, Agung ternyata masih diburu para pelaku.

Baca juga: Diklaim Terbesar di Dunia, Ini Penampakan Pohon Medang dengan Diameter 4,6 Meter

"Wah, lewat ini," pikirnya saat itu.

Menurut Agung, saat itu para klitih, sebutan pelaku kekerasan di jalanan Kota Yogyakarta, menggunakan masker dan helm. Agung kesulitan mengenali wajah mereka.

Setelah itu, aksi keributan tersebut akhirnya mengundang perhatian warga sekitar.

Para pelaku pun bubar dan meninggalkan Agung dengan penuh luka. Warga segera membawa Agung ke rumah sakit.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul: BREAKING NEWS : Horor Jombor Pagi Buta, Agung Diklitih Belasan Pemotor



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh KPM di Pandeglang Dapat Beras Menggumpal, PT Pos Indonesia dan Bulog Langsung Menggantinya

Heboh KPM di Pandeglang Dapat Beras Menggumpal, PT Pos Indonesia dan Bulog Langsung Menggantinya

Regional
Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X