Pemerintah Provinsi Gorontalo Ajukan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Rp 998 M

Kompas.com - 21/08/2020, 13:15 WIB
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD untuk menjelaskan pengajuan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp998 miliar. KOMPAS.COM/SALMAN PEMPROV GTOGubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD untuk menjelaskan pengajuan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp998 miliar.

GORONTALO, KOMPAS.com –  Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah mengajukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 senilai Rp998 miliar kepada pemerintah pusat.

Pinjaman ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi daerah yang diprediksi akan terpengaruh oleh perlambatan ekonomi nasional.

Rencana tersebut dikemukakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat melakukan pertemuan informal dengan anggota DPRD di Bone Bolango.

“Kami sudah mengajukan pinjaman skim baru sebagaimana disampaikan Pak Menteri PPN dan Menteri Keuangan. Bunganya nol persen dan itu tanpa persetujuan DPRD hanya pemberitahuan. Nanti sebentar dipaparkan (kepada anggota DPRD),” kata Rusli Habibie yang dirilis Humas Pemerintah Provinsi Gorontalo, Jumat (20/8/2020).

Baca juga: Kisah Aditya Perpatih, Bocah Gorontalo yang Fotonya Ada di Uang Kertas Rp 75.000

Sebelumnya, Rusli Habibie telah melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD pada Rabu (19/8/2020).

PEN Rp998 miliar itu terdiri dari 3 paket kebijakan dan 13 paket kegiatan. Paket kebijakan menyasar sektor pertanian berupa pembiayaan buffer stock benih jagung hibrida 10.000 ha senilai Rp 7,5 miliar, pengembangan sarana prasarana mekanisme pertanian dan pascapanen Rp 74,50 miliar serta pengembangan sarana dan prasarana UPTD pertanian senilai Rp8 miliar.

13 paket kegiatan di antaranya penyediaan rumah layak huni Rp 50 miliar, pengembangan Jalan Pilolodaa-Iluta Rp 50 miliar, pembangunan pengelolaan limbah B3 dan laboratorium lingkungan Rp 8 miliar.

Sejumlah pembangunan infrastruktur juga dimasukkan dalam PEN 2021 ini seperti pengembangan jalan Jonn Aryo Katili dan jalan Piola Isa Rp 50 miliar, Jalan Taluditi-Wonggarasi Rp 33 miliar, pembangunan drainase primer Kota Gorontalo Rp 50 miliar dan Pembangunan Rumah Sakit Ainun Rp 600 miliar.

“Termasuk untuk pembangunan RS Ainun yang kemarin kita perjuangkan dengan skema KPBU, kita usulkan dengan pinjaman ini. Kalau memang sangat murah dan menguntungkan daerah maka kita gunakan dana ini,” ujar Rusli Habibie.

Baca juga: Dibangun Sejak 2007, PLTU Anggrek di Gorontalo Akhirnya Beroperasi

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Huzairin Roham menjelaskan sejumlah keuntungan dari skema pinjaman PEN.

Ada Rp 15 triliun yang disediakan pusat untuk diperebutkan semua provinsi dan kabupaten/kota.

“Pinjaman ini tanpa bunga dan jangka waktu 10 tahun, bisa lebih pendek dari itu. Kita bayarkan istilahnya biaya pengelolaan 0,18 persen dan provisi 1 persen. Kami menduga ini sebagai ganti DAU karena DAU tahun depan tidak sebesar tahun-tahun kemarin,” jelas Huzairin Roham.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X