Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pulang dari Pasar, Pasutri Pengendara Motor Tewas Dihantam KA Kamandaka di Tegal

Kompas.com - 21/08/2020, 12:50 WIB
Tresno Setiadi,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Pasangan suami istri tewas dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dengan kereta api (KA) di perlintasan di Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2020).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasangan suami istri bernama Dasuki (57) dan Suneti (37) asal Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, tewas seketika dalam perjalanan pulang dari pasar.

Saat melintasi perlintasan sebidang, dari arah selatan muncul KA Kamandaka jurusan Purwokerto-Semarang.

Baca juga: Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta Api di Pelintasan Tanpa Palang Pintu

"Mereka pasutri, berboncengan sepulang dari pasar. Saat melintas, mungkin karena tidak tengok kanan kiri, ada kereta dari arah selatan langsung menabraknya," kata Dirman, seorang warga ditemui di lokasi kejadian.

Kedua korban tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka parah. Mereka sempat terseret kereta sejauh sekitar 30 meter bersama motornya.

Polisi yang datang kemudian langsung mengevakuasi jenazah keduanya ke RSI Muhammadiyah Adiwerna .

Kapolsek Dukuhturi Iptu Bambang mengatakan, dugaan sementara korban tidak melihat kedatangan kereta karena pandangan terhalang bangunan.

Baca juga: Kronologi Kijang Tertabrak Kereta Api, 4 Orang Tewas, 1 Selamat, Mobil Terpental 27 Meter

"Dugaan sementara korban tidak melihat kedatangan kereta karena pandangannya terhalang bangunan," kata Bambang kepada wartawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com