Dirikan Pabrik Amonium Nitrat di Bontang, PT KAN Jadikan Peristiwa Beirut Bahan Evaluasi

Kompas.com - 21/08/2020, 06:50 WIB
Tampak dari kejauhan Kawasan Industrial Estate (KIE) lokasi dibangunnya pabrik amonium nitrat milik PT KAN di Bontang, Kaltim, Minggu (29/3/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONTampak dari kejauhan Kawasan Industrial Estate (KIE) lokasi dibangunnya pabrik amonium nitrat milik PT KAN di Bontang, Kaltim, Minggu (29/3/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN), Bimo Nusantara Putro memastikan bahan peledak amonium nitrat yang akan diproduksinya di Bontang, Kalimantan Timur, aman terkendali.

Perusahaan ini berencana memproduksi amonium nitrat di Kawasan Industrial Estate (KIE) Bontang dengan kapasitas 75.000 ton per tahun. Pabrik diperkiraan operasi 2022 mendatang.

“Saat ini dalam masa pembangunan proyek. Sampai bulan ke tujuh realisasinya (proyek) sekitar 10 persen,” ungkap Bimo melalui sambungan ponsel kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Soal Amonium Nitrat Miliknya yang Ditahan di Lebanon, Pemerintah Mozambik Akhirnya Berkomentar

Bimo menuturkan kasus ledakan gudang amonium nitrat di pelabuhan Beirut, Lebanon, yang menewaskan ratusan orang itu akan jadi bahan evaluasi perusahaannya untuk lebih ketat menerapkan standar keamanan.

“Kita konsen dengan pengelolaan. Masih dalam tahap desain jadi hal-hal yang diperlukan kita akan siapkan,” terang dia.

Dijelaskan Bimo, pabrik amonium nitrat yang akan dibangun ini merupakan kerja sama tiga perusahaan yakni PT KAN, PT Pupuk Kaltim dan PT Dahana dengan total investasi Rp 1,14 triliun.

Nantinya, PT KAN bertugas memproduksi amonium nitrat lalu diambil alih PT Dahana untuk kebutuhan komersial yakni layanan bahan peledak untuk sektor migas, pertambangan umum, serta konstruksi.

Baca juga: Ledakan Lebanon, di Mana Negara Lain Menyimpan Amonium Nitrat?

“Jadi penyimpanan di gudang kami enggak lama, langsung diambil PT Dahana,” tutur dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Regional
Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Regional
Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Regional
Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Regional
BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X