2 Pelaku Pengeroyokan dan Perusakan di Acara Midodareni Ditangkap

Kompas.com - 20/08/2020, 12:24 WIB
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Sebanyak 2 orang yang diduga terlibat kasus pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni atau doa jelang pernikahan ditangkap di wilayah Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020) dini hari.

Kedua pelaku berinisial S alias J dan AN alias H.

Keduanya diduga ikut bersama-sama pelaku lainnya melakukan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni yang terjadi pada Sabtu (8/8/2020).

Baca juga: Pisang Ajaib, Berbuah 12 Tandan hingga Tanpa Daun dan Batang

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, sampai saat ini jumlah total pelaku yang berhasil ditangkap ada 12 orang.

Dari jumlah itu, 8 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 4 terduga pelaku lainnya masih diperiksa.

"Dua tersangka tambahan berhasil kita tangkap di daerah Klaten setelah beberapa kali melarikan diri dari tempat persembunyiannya," kata Ade dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Video Viral Polisi di Bali Menilang Turis Jepang, Diduga Minta Rp 1 Juta

Dua pelaku yang baru ditangkap tersebut diduga melarikan diri ke Yogyakarta dan Klaten setelah melakukan pengeroyokan dan perusakan yang menyebabkan tiga korban luka tersebut.

Menurut Ade, selama di tempat pelariannya, kedua orang pelaku tersebut menyamar supaya tidak diketahui aparat.

"Pelaku sempat menyamarkan diri dengan memotong rambutnya agar tidak diidentifikasi tim gabungan yang akan melakukan penangkapan," kata dia.

Baca juga: Kisah Muslim yang Jadi Kades di Wilayah Mayoritas Katolik 

Terhadap kedua tersangka dikenakan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP.

"Perannya adalah ikut bersama-sama dengan tersangka lainnya yang sebelumnya sudah kita lakukan penangkapan," kata Ade.

Ade mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap tersebut langsung ditahan.

Dari keterangan kedua pelaku, polisi berhasil mengantongi nama-nama pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kita mendapatkan nama-nama baru yang sudah berhasil kita identifikasi dan kita masih buru keberadaannya," kata Ade.

Baca juga: Pesawat N250 Gatotkaca, Bukti Cinta Habibie yang Tak Berumur Panjang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X