Tewaskan 3 Pekerja, Tambang yang Longsor di Grobogan Ternyata Tak Berizin

Kompas.com - 20/08/2020, 06:00 WIB
Evakuasi tiga orang tewas terkubur reruntuhan batu di lokasi galian c di Desa Katekan, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOEvakuasi tiga orang tewas terkubur reruntuhan batu di lokasi galian c di Desa Katekan, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan memastikan area tambang yang menewaskan tiga pekerja di Desa Katekan, Kecamatan Brati, Grobogan, tak berizin.

"Tambang batu di Katekan ilegal atau tidak berizin. Kawasan tersebut masuk kawasan karst sukolilo," tegas Kepala cabang Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi Pristiyanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: 3 Pekerja Tewas Tertimbun Longsoran Tambang Batu di Grobogan

Terlebih, kata Teguh, lokasi galian C untuk tambang batu di Desa Katekan, Kecamatan Brati, Grobogan, tercatat sebagai kawasan karst yang terlarang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Andi Moh Akbar Mekuo mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus yang menewaskan tiga pekerja tersebut.

"Kami akan koordinasikan dengan ESDM dan lokasi sudah dipasang police line. Informasi dari polsek, para penambang di sana sudah sering diperingatkan," kata Andi.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga pekerja tewas tertimbun longsoran batu di lokasi galian C di Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Baca juga: Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Kapolsek Brati Iptu Zaenal menyampaikan, ketiga korban menderita luka serius setelah dihujani longsoran batu berukuran besar dari atas tempat mereka menambang.

Ketiga korban pekerja tambang tersebut adalah warga Desa Katekan yaitu Suwadi (45), Yulianto (35) dan Ridwan (39).

Zaenal menceritakan, proses evakuasi jasad ketiga korban membutuhkan waktu hingga berjam-jam menyusul material longsor berukuran besar.

"Didatangkan alat berat untuk evakuasi. Korban diperiksa ke RSUD dr R Soedjati Purwodadi untuk kemudian diserahkan keluarga masing-masing," ujar Zaenal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X