Hasil Rapid Test, Belasan Penyelenggara Pemilu di Kotawaringin Barat Reaktif Covid-19

Kompas.com - 19/08/2020, 21:08 WIB
Seorang petugas medis mengambil sampel darah untuk rapid test terhadap salah satu penyelenggara pemilu di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (18/8/2020). KOMPAS.com/DEWANTARASeorang petugas medis mengambil sampel darah untuk rapid test terhadap salah satu penyelenggara pemilu di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (18/8/2020).

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Belasan petugas penyelenggara pilkada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal itu diketahui dari hasil rapid test terhadap 644 penyelenggara pilkada di enam kecamatan pada 18 dan 19 Agustus 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Kotawaringin Barat Chaidir merinci, penyelenggara pilkada reaktif Covid-19 terdiri dari 6 PPS Kecamatan Kumai, 1 PPS Kecamatan Arut Selatan, 1 PPS Kotawaringin Lama, 1 PPS Pangkalan Lada.

"Sedangkan untuk Kecamatan Pangkalan Banteng, terdapat 5 orang yang reaktif tapi masih samar. Sehingga perlu analisis klinis lebih lanjut untuk memastikan apakah hasil reaktif tersebut asli atau palsu. Untuk Arut Utara tidak ada yang reaktif," ujar Chaidir saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Dengan adanya hal tersebut, kata dia, tahapan pilkada di Kalimantan Tengah tak akan terganggu.

"Yang jelas tidak ada pergantian. Dan secara keseluruhan, tidak semua petugas yang reaktif di tiap-tiap PPS, jadi masih ada yang bisa bekerja," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggelar rapid test terhadap 644 penyelenggara Pilkada 2020.

Baca juga: 644 Penyelenggara Pilkada di Kotawaringin Barat Jalani Rapid Test

Rinciannya, 30 anggota PPK dan 18 pegawai sekretariat di enam kecamatan, 292 anggota PPS serta 292 pegawai sekretariat PPS pada 94 desa/kelurahan di Kotawaringin Barat.

Angka itu juga termasuk 5 komisioner KPU dan 26 pegawai sekretariat plus 1 pegawai honorer KPU Kotawaringin Barat.

"Totalnya jadi 644 orang. Sebenarnya ada 2 honorer, tapi yang satu sedang sakit di Jawa. Jadi, tidak ikut rapid test," Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Barat Chaidir.

Pelaksanaan rapid test digelar pada 18 sampai 19 Agustus 2020.

Menurut dia, pelaksanaan rapid test terhadap seluruh penyelenggara pilkada untuk memastikan seluruh petugas terhindar dari Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Regional
Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X