Meski Serba Kekurangan, Nenek Lusia Setia Merawat Keponakannya yang 14 Tahun Dipasung

Kompas.com - 19/08/2020, 20:02 WIB
Seorang nenek, Lusia Daghus (85) menatap keponakannya, Paulus Jaghang (41) yang dipasung di tenda di kamarnya yang reyot di Kampung Waebok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (13/8/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURSeorang nenek, Lusia Daghus (85) menatap keponakannya, Paulus Jaghang (41) yang dipasung di tenda di kamarnya yang reyot di Kampung Waebok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis, (13/8/2020). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - Selama 14 tahun, Paulus Jaghang (41), warga Kampung Waebok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur dipasung karena menderita gangguan jiwa.

Selama itu pula, nenek Lusia Daghus (85) merawat keponakannya itu.

Lusia mengatakan, selama 14 tahun Paulus dipasung di kamar karena kerap meresahkan dan membuat onar warga sekitar.

Baca juga: Keluarga Kaget Saat Jenazah Gadis Ini Dimandikan, Dia Buka Mata, Berkedip, dan Hidup Lagi

Namun, pada 2017, pemerintah setempat membawa Paulus ke panti rehabilitasi di Renceng Mose.

Paulus kemudian dipulangkan karena dinilai kondisinya sudah stabil. Namun, belakangan pria ini kembali berulah hingga akhirnya dipasung oleh warga.

"Saya sudah tua dan tak bisa lagi urus diri sendiri. Tolong Bapak Uskup lepaskan balok di kaki keponakan yang masih dipasung karena derita gangguan jiwa. Uskup Keuskupan Ruteng bersama dengan rombongan mengunjungi keponakan saya di kamar. Waktu itu saya kaget dan terkejut dengan kunjungan Yang Mulia Bapak Uskup Ruteng yang tak pernah terbayang sebelumnya," ujar Lusia kepada Kompas.com yang mendampingi pendiri relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli ODGJ NTT, Pater Avent Saur, SVD bersama rombongan, Kamis, (13/8/2020).

Nenek Lusia bekerja mengolah kakao. Hidupnya juga bergantung dari anggota keluarganya.

Kehidupanya juga dibantu keponakan lainnya, Fransiska Jenau yang kini berdomisili di Nagekeo. Untuk sementara Fransiska tinggal bersama Lusia untuk merawat Paulus.

Meski hidupnya serba kekurangan, Lusia selalu berupaya memberi makan Paulus. 

Fransiska Jenau menambahkan, pada Mei lalu Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat sempat mengunjungi saudaranya didampingi Pastor Paroki Waeraba, Komisi Caritas Keuskupan Ruteng, serta tim Covid-19 Keuskupan Ruteng.

"Saya tidak tahu tindak lanjut dari kunjungan tersebut. Apakah hanya sekedar kunjungan saja?" tanyanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X