Kisah Suami Istri Meninggal Beda Satu Jam, Dishalatkan Bersama di Masjid Tua Bantaeng

Kompas.com - 19/08/2020, 15:20 WIB
Suasana di rumah duka Kiai NU Bantaeng, Drs H M Idrus Makkawaru  dan Sitti Saniah Haruna yang meninggal dunia . KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana di rumah duka Kiai NU Bantaeng, Drs H M Idrus Makkawaru  dan Sitti Saniah Haruna yang meninggal dunia .
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pasangan suami istri di Katangka, Gowa perbatasan Makasar, Sulawesi Selatan meninggal hampir di waktu yang bersamaan pada Minggu (16/8/2020) malam.

Sang istri, Sitti Saniah Haruna (74) meninggal lebih dulu yakni sekitar pukul 20.00 Wita.

Sebelum meninggal, Saniah sempat mengucapkan kalimat syahadat dituntun sang suami, kyai NU H M Idrus Makkawaru (76).

Satu jam kemudian, sekitar pukul 21.30 Wita, kyai NU tersebut juga meninggal dunia.

Baca juga: Kiai NU Wafat 1 Jam Setelah Tuntun Istri yang Sakaratul Maut Ucapkan Syahadat

"Kiai saat itu menuntun istri, setelah itu meneteskan air mata. Sejam kemudian beliau juga meninggal," kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yunus
saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Usai salat Shubuh. jenazah pasangan suami istri itu dibawa ke Bantaeng. Jenazah mereka kemudian dishalatkan di Masjid Tua Bantaeng.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senin (17/8/2020) siang, selepas shalat Dhuhur jenazah pasangan suami istri dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Letta, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng.

Baca juga: Cekcok dengan Suami, Istri Kedua Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Truk

Memiliki riwayat penyakit jantung

Kia Idrus lahir pada 8 Juli 1944. Ia melanjutkan sekolah di PGA dan menyelesaikan S1 di IAIN Alaudddin Makassar.

Pada tahun 1956, ia diangkat menjadi PNS. Pada tahun 1980, selama 6 ahun ia menjabat sebagai KAsubag TU di Kantor Departemen Agama Kabupaten Bantaeng.

Ia kemudian menikah untuk pertama kalinya dengan Sitti Djawiah dan memiliki 5 anak.

Namun Djawiah meninggal pada 2014 lalu. Kyai Idris kemudian menikah kedua kalinya dengan saudara kandung Djawiah bernama Sitti Saniah Haruna.

Pasangan suami istri Kiai Idrus dan Saniah kemudian meninggal di hari sama dan beda satu jam karena sakit.

SUMBER: KOMPAS.com (Penlis: Nurwahidah |Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X