Kompas.com - 19/08/2020, 11:17 WIB
ilustrasi Murid tertidur shadrin_andreyilustrasi Murid tertidur

JENEPONTO, KOMPAS.com- MS, murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Ramba, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, harus menanggung dampak dari masalah pribadi orangtuanya dan kepala sekolahnya.

Pada 14 Juli 2020, MS dikeluarkan dari sekolahnya berdasarkan keputusan dari sang kepala sekolah.

Hal itu sontak membuat Muhammad Nur, orangtua MS, berang. Dia kemudian menuntut agar anaknya kembali diterima di SDN 12 Ramba.

"Alasan dikeluarkan tanpa keterangan jadi saya anggap ini aneh dan pelanggaran kode etik pendidikan" kata Muhammad Nur saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Kakak Kelas yang Menyodorkan Kotoran Manusia Dikeluarkan dari Sekolah

Muhammad Nur mengakui punya masalah pribadi dengan kepala sekolah anaknya. Namun, dia enggan merinci masalah tersebut.

Soal masalah pribadi itu juga dibenarkan Kepala Sekolah SDN 12 Ramba, Hania. Dia juga menyatakan, MS yang dikeluarkan bukan siswa bermasalah.

"Saya yang memerintahkan kepada operator sekolah untuk menerbitkan surat agar anak itu dipindahkan dan permasalahannya dengan anak tersebut tidak ada kecuali dengan orangtuanya," kata Hania saat dihubungi, Selasa (18/8/2020).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto sudah mengetahui ada murid yang dikeluarkan dari sekolah karena urusan personal orangtua dan kepala sekolah.

Baca juga: Siswa SMP di Solo Dikeluarkan dari Sekolah karena Ketahuan Isap Vape

Kepala sekolah pun sudah diminta membatalkan surat yang mengeluarkan MS. Sedangkan Kepala SDN 12 Ramba sudah dimutasi ke sekolah lain.

"Masalahnya sudah selesai dan saya menjamin siswa yang dikeluarkan itu kembali bersekolah di sekolah tersebut dan hari ini kepala sekolah telah resmi kami mutasi ke sekolah lain," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Nur Alam Basir Karaeng Beso, saat dihubungi.

"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi semua tenaga pendidik untuk tidak semena-mena mengambil tindakan yang sifatnya merugikan siswa" sambungnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X