Duduk Perkara Jemaat Gereja HKBP Cibinong Ricuh, Bermula dari Pelantikan Pendeta Baru

Kompas.com - 19/08/2020, 10:31 WIB
Kericuhan antar jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung panas pada Minggu (16/8/2020) siang. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKericuhan antar jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung panas pada Minggu (16/8/2020) siang.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Buntut kericuhan antarjemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bermula karena adanya mekanisme pemutasian pendeta yang dinilai cacat atau melenceng dari aturan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Majelis Perbendaharaan Gereja HKBP Cibinong, St. TJ. Siahaan atau selaku pihak yang bertahan di dalam gereja saat peristiwa kericuhan terjadi.

Dia menyebut, asal mula perselisihan kelompoknya karena akan ada pelantikan pendeta baru di Gereja HKBP yang menginduk Distrik XXVIII Deboskab (Depok-Bogor-Sukabumi-Kalimantan Barat).

Baca juga: Jemaat Gereja HKBP Cibinong Ricuh Saling Dorong dan Ejek, Diduga Masalah Internal

Dia menilai surat keputusan (SK) Nomor 791/l27/v/2020 yang diterbitkan Ephorus (pimpinan tertinggi) HKBP pusat untuk pengangkatan pendeta baru itu berisiko karena tidak wajar.

Akibatnya, jemaat menjadi terpecah belah. Sebanyak 1.500 kepala keluarga dikabarkan mendukung pendeta (Pdt) Gideon Saragi untuk tetap menjadi pelayan.

Sedangkan sekitar 70 keluarga tetap mendukung SK pimpinan pusat atau Pdt Tiapul Hutahean.

"Nah semua jemaat (gereja HKBP Cibinong) keberatan, karena bukan itu (pendeta baru) yang diinginkan jemaat. Jadi sekarang ini ada 2 tuh pendeta pejabat resor HKBP Cibinong," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Klaster Jemaat HOG dan Pasar Tos 3000 Sumbang 16 Pasien Positif Corona Baru di Batam

Jemaat tolak mutasi salah satu pendeta

Secara aturan, kata dia, SK pemutasian Pdt Gideon Saragi, selama ini tidak memenuhi unsur birokrasi dan bahkan terkesan bertindak sendiri.

Oleh karena itu, pihaknya menolak mutasi atau pergantian pendeta lama ke pendeta baru, Pdt Tiapul Hutahean.

Menurutnya, jemaat masih menginginkan kepemimpinan Pdt Gideon Saragi karena sudah terbukti bisa menyatukan hati dan pikiran para jemaat HKBP Cibinong untuk bersatu menyelesaikan pembangunan gereja.

"Untuk mutasi pendeta wadahnya melalui keputusan rapat, unsurnya yaitu Ephorus, sekretaris jenderal dan ada 3 kepala departemen yaitu koinonia, marturia, diakonia. Jadi di sana ada 5 unsur pimpinan," ujar dia.

"Sedangkan SK mutasi pendeta Gideon Saragi ini hanya dibuat oleh Ephorus sendiri. Nah itu yang kita nilai cacat birokrasi," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X