Program Cantelan, Inisiatif Warga Bandung untuk Bantu Nutrisi Ibu Hamil Saat Pandemi

Kompas.com - 19/08/2020, 10:01 WIB
Kegiatan sosial Cantelan di RW 06 Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal Kota Bandung, Jawa Barat berupa pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan warga miskin, Minggu (26/7). Yuli SaputraKegiatan sosial Cantelan di RW 06 Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal Kota Bandung, Jawa Barat berupa pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan warga miskin, Minggu (26/7).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah inisiatif membantu ibu hamil muncul di RW 06 Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Warga bergotong royong menyediakan bahan makanan sehat bagi warga, khususnya ibu hamil yang kesulitan memenuhi nutrisi bagi kandungannya selama pandemi Covid 19.

Minggu (26/7/2020) pagi, puluhan warga nampak antre mengambil bahan makanan berupa sayur dan buah-buahan di dalam sejumlah tas kain warna-warni yang dicantelkan di pagar pembatas Sungai Cikapundung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tas-tas itu ditujukan bagi para ibu hamil dari kalangan menengah ke bawah. Tercatat ada 14 orang ibu hamil di lingkungan RW 06, yang semuanya dari keluarga tidak mampu.

Baca juga: Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Inisiatif warga ini muncul lantaran belum ada bantuan bagi ibu hamil dari pemerintah pusat maupun daerah - walau Kementerian Sosial mengklaim telah menggelontorkan bantuan kepada ibu hamil dan Anak Usia Dini (AUD) sebesar Rp3 juta ibu hamil/AUD per tahun.

"Sebetulnya bantuan dari pemerintah ini, masyarakat sudah dapatkan dari berbagai sumber, dari Kementerian Sosial, Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung. Tapi tidak ada bantuan makanan tambahan bagi ibu hamil. Jadi kami memberi bantuan berupa makanan tambahan dan nutrisi," kata Sofyan Mustafa, Ketua RW 06 yang juga penggagas gerakan bantuan Cantelan.

Di wilayahnya, menurut Sofyan, banyak ibu hamil yang kesulitan memenuhi gizi karena masalah ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Diduga Ditelantarkan, Ibu Hamil yang Hendak Bersalin Meninggal di RSUD Bulukumba

Dia mencatat ada 670 kepala keluarga miskin baru di RW 06 akibat Covid- 19. Mereka adalah kepala keluarga yang dipecat atau kehilangan penghasilan selama pandemi.

"Ibu-ibu hamil khususnya di RW kami, kesulitan. Apalagi banyak orang yang dirumahkan, di-PHK. Otomatis ibu hamil ini asupan gizinya pasti berkurang. Akhirnya kami menginisiasi kegiatan ini untuk memberikan makanan yang selama ini sulit didapatkan oleh mereka," imbuh Sofyan kepada BBC News Indonesia.

Kegiatan sosial Cantelan ini dilakukan secara swadaya oleh warga dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, seperti ibu PKK dan pemuda Karang Taruna. Mereka saling berbagi peran.

Baca juga: Pelaku yang Begal Ibu Hamil di Palembang Ternyata Sudah 5 Kali Beraksi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X