Soekarno dan Jejak Sang Saka Merah Putih di Pesantren Al Basyariyah, Cianjur

Kompas.com - 18/08/2020, 21:15 WIB
Kondisi bendera pusaka yang tersimpan di Pondok Pesantren Al Basyariyah, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sang saka merah putih ini dibuat tahun 1939. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKondisi bendera pusaka yang tersimpan di Pondok Pesantren Al Basyariyah, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sang saka merah putih ini dibuat tahun 1939.

CIANJUR, KOMPAS.com - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen istimewa dan sakral bagi Pondok Pesantren Al Basyariyah.

Betapa tidak, di pesantren yang terletak di kaki bukit di Kampung Cikiruh, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini tersimpan benda bersejarah berupa bendera pusaka merah putih.

Bahkan, bendera ini konon sudah ada sebelum bendera pusaka yang selama ini dikenal publik dan dijahit Fatmawati, istri Presiden RI pertama Soekarno.

Soekarno sendiri memiliki cerita tersendiri dengan pesantren yang didirikan oleh KH Ahmad Basyari pada tahun 1911 ini.

Kiai Ahmad yang berasal dari Jombang, Jawa Timur, merupakan murid langsung KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Kisah-kisah Mereka, Pengibar Sang Saka Merah Putih...

Untuk menggali lebih jauh sejarah bendera pusaka sang dwi warna itu, Kompas.com pun mengunjungi Pondok Pesantren Al Basyariyah, dan bertemu langsung salah satu anggota keluarga pendiri pesantren, bernama Rachmat Khadar.

Pria paruh baya itu pun membeberkan ihwal keberadaan bendera pusaka yang kini masih tersimpan rapi di dalam sebuah kotak kayu jati.

Rachmat menyebutkan, keberadaan bendera pusaka ini tidak terlepas dari sosok Soekarno yang sering mengunjungi pesantren yang juga dikenal dengan nama pesantren Cikiruh ini.

Dalam rentang waktu 10 tahun, Sang Proklamator sering mendatangi pesantren ini. Pria yang akrab disapa Bung Karno ini pertama kali berkunjung ke Pesantren Al Basyariyah tahun 1930 bersama istrinya, Fatmawati.

"Dalam rentang waktu itu, beliau kadang ke sini sendiri hanya ditemani ajudannya. Kadang tiga hari, seminggu, sepuluh hari, lalu pulang, dan beberapa hari kemudian datang lagi," tutur Rachmat kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Selama mondok di pesantren, Soekarno banyak menimba ilmu agama, kenegaraan, dan rajin melakukan tirakat.

Setiap berkunjung, Soekarno selalu disuguhi hidangan bubur merah dan bubur putih oleh Kiai Ahmad.

Soekarno pun pernah menanyakan maksud dari hidangan tersebut. Namun, Sang Kiai kala itu tidak memberitahunya secara gamblang. Ia malah mengatakan bahwa Soekarno akan mengetahui sendiri makna dan maksud di balik merah dan putih pada bubur tersebut.

"Kemudian dalam suatu kesempatan di tahun 1939, Mbah (Kiai Ahmad) memesan kain atau bendera dengan paduan warna merah dan putih kepada Haji Harun Hasan, seorang pengusaha kain di Pekalongan,” tutur Rachmat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X