Lima Warga Sukoharjo Terpapar Covid-19 di Acara Pernikahan

Kompas.com - 18/08/2020, 13:25 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

 

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo meminta kepada warga yang menggelar pernikahan supaya tetap mematuhi standar protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Hal tersebut setelah ada lima orang warga Sukoharjo terpapar Covid-19 setelah menghadiri acara pernikahan.

Lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 semuanya adalah keluarga. Adapun pernikahan itu digelar di Kecamatan Nguter pada Rabu (15/7/2020).

"Pada tanggal 4 Agustus mulai timbul gejala. Terus 7 Agustus masuk rumah sakit. Kemudian tanggal 10 Agustus di-swab. Hasilnya 12 Agustus keluar ;positif," ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/8/2020).

Baca juga: Mudik dari Jakarta Berstatus Suspek Corona, 2 Warga Wonogiri Meninggal

Yunia mengatakan, tidak ada larangan bagi warga yang ingin menyelenggarakan acara pernikahan.

"Kita pernah mengeluarkan imbauan tentang pernikahan ini. Prinsipnya bukan menghambat atau menghalangi seperti itu. Tapi kalau mau melaksanakan pernikahan diminta patuh pada protokol kesehatan," kata Yunia.

Dia melanjutkan, apabila proses ijab kabul atau pernikahan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) maka jumlah tamu dibatasi sekitar 20 orang.

Sedang apabila pernikahan tersebut dilaksanakan di rumah, maka jumlah tamu yang diundang dibatasi sekitar 30 orang.

Meskipun demikian, sambung Yunia, rumah yang dijadikan tempat untuk acara pernikahan harus mendukung untuk diterapkannya protokol kesehatan.

"Kalau ruangannya tidak memungkinkan untuk 30 orang tamu mestinya mempertimbangkan siapa yang diundang pada prosesi pernikahan itu. Supaya jaga jaraknya tercapai di situ," ujarnya.

Baca juga: Ibu Ini Meninggal Karena Sakit Ginjal, Keluarga Heran Dibilang Kena Corona

Selain melaksanakan protokol kesehatan, katanya warga yang akan menyelenggarakan pernikahan harus memberitahukan kepada petugas gugus tugas setempat.

"Paling tidak komunikasi dengan gugus tugas setempat untuk pelaksaan prosesi itu," ucap Yunia yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo.

Disebutkan, jumlah kasus Covid-19 Sukoharjo hingga 17 Agustus 2020 ada 364 orang.

Adapun rinciannya 66 pasien menjalani isolasi mandiri, 24 pasien rawat inap, 260 pasien sembuh dan 14 pasien meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Regional
Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Regional
Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X