Rayakan Hari Kemerdekaan, Aim Berenang Seberangi Laut Perbatasan RI-Malaysia

Kompas.com - 18/08/2020, 08:45 WIB
Aim (55) ASN Disbudpora Tarakan saat berenang menyeberangi perairan Sebatik menuju Nunukan berjarak sekitar 1,680 mil dalam rangka memperingati HUT RI 75 Kompas.com/Ahmad DzulviqorAim (55) ASN Disbudpora Tarakan saat berenang menyeberangi perairan Sebatik menuju Nunukan berjarak sekitar 1,680 mil dalam rangka memperingati HUT RI 75

 

Namun, tidak terlihat lelah di wajah pria yang tinggal di Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan ini.

Hanya saja, Aim mengaku selalu grogi saat akan memulai aksinya. Dia bahkan sulit tidur memikirkan aksinya, akan berhasil atau gagal.

"Tapi rasa itu hilang setelah saya terjun ke air, saya lakukan semampunya. Saya tidak pernah memaksakan diri ketika tidak yakin berhasil, tapi Alhamdulillah sejauh ini lebih banyak berhasilnya ketimbang gagalnya," lanjutnya.

Baca juga: Viral, Video Warga Tanah Bumbu Berenang di Air Banjir yang Jernih

Kegagalan dan Mimpi Aim yang Belum Terwujud

Aim mengaku tidak memiliki syarat atau ritual khusus sebelum melakukan aksinya, semua hanya bermodal semangat dan mengukur staminanya.

Saat fit, dia akan yakin bisa sukses menjalankan aksinya kecuali saat mendapat halangan di tengah aksi.

Seperti saat berenang di Pulau Derawan menuju Kakaban, dia dihadang hiu yang sedang memakan tongkol besar sehingga bergegas menuju speed boat yang selalu mengiringi semua aksinya.

Dia tak mau terlalu ekstrem menjalani hobinya ini.

"Ada sekitar tiga kali gagal, pertama di Derawan karena jumpa hiu, kedua di Selat Bali karena tangan terluka akibat binatang laut, dan ketiga saat berenang ke Tawau Malaysia dari Sebatik, arusnya terlalu kuat," kata Aim.

Hobi yang dia tekuni ini selalu membuatnya mencari tantangan baru untuk ditampilkan pada setiap perayaan hari besar bersejarah seperti halnya Hari Pahlawan dan HUT RI.

Baca juga: New Normal, Pemerintah Sebut Berenang Sudah Boleh

Aim juga mengenal pasang surut air. Dia memahami hal tersebut dari pergaulannya dengan  nelayan dan belajar secara otodidak dengan menghafal kalender China.

"Jadi di kalender China itu ada masa masa kapan air pasang, kapan surut, gejala laut lain dijelaskan di situ, itu saya hafal," akunya

Tidak ada target sampai kapan Aim akan menyalurkan hobi berenangnya.

Aim mengatakan, selama masih merasa kuat, dia tidak akan berhenti,

"Masih ada mimpi yang belum kesampaian yang sangat ingin saya lakukan, menyeberangi tiga selat dalam sehari, misalnya Selat Lombok terus naik pesawat ke selat Madura dan seterusnya, itu yang ingin saya wujudkan," tegasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X