Upacara Bendera di Bawah Laut Teluk Maumere, Penyelam Dikelilingi Hiu Putih

Kompas.com - 18/08/2020, 07:37 WIB
Foto : Saat para penyelam membentang bendera Merah Putih di patahan tsunami tahun 1992 teluk Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (17/8/2020).  Dokumen Maumere Diver CommunityFoto : Saat para penyelam membentang bendera Merah Putih di patahan tsunami tahun 1992 teluk Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (17/8/2020). 

MAUMERE, KOMPAS.com - Sekitar 22 penyelam di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membentangkan bendera merah putih di Teluk Maumere pada Senin (17/8/2020).

Mereka membentangkan bendera berukuran 10 meter di kedalaman 23 meter bawah laut, tepat di patahan akibat gempa dan tsunami yang terjadi pada 1992. 

Kegiatan tersebut diinisiasi Maumere Diver Community untuk mengisi kemerdekaan ke-75 RI. 

Ketua Pelaksana Rikardus Fransiskus Lado mengatakan, upacara yang digelar di lokasi patahan tsunami itu bertujuan mengingatkan masyarakat dengan sejarah.

"Patahan akibat tsunami tahun 1992 di bawah Teluk Maumere ini tempat sejarah. Penting untuk diketahui generasi muda kita," jelas Rikardus kepada Kompas.com, Senin malam.

Baca juga: Risma: Semoga Kita Jadi Pemenang Setelah Pandemi Covid-19

Rikardus mengatakan, selain tempat sejarah, di patahan tsunami tersebut juga menyimpan kekayaan laut yang begitu indah.

Terumbu karang di lokasi itu sangat indah. Sehingga, tempat itu layak untuk dipromosikan.

Selain indah, patahan tsunami tersebut juga menjadi sarang hiu. 

"Saat bentang bendera, tim menyaksikan hiu putih mengelilingi mereka," kata Rikardus. 

Ketua Maumere Diver Comunity, Bram Conterius mengatakan, pembentangan bendera di Teluk Maumere ini sebenarnya bukan pertama kali dilakukan.

 

Upacara serupa juga pernah digelar pada tahun lalu. 

Bram menambahkan, sebenarnya tahun ini, acaranya dibuat lebih meriah. Tetapi karena Covid-19, jumlah peserta yang ikut jadi terbatas.

Ia mengungkapkan, kegiatan itu dilakukan untuk mempromosikan kekayaan bawah air Teluk Maumere. 

Baca juga: Dusun Belon Salatiga yang Pernah Tolak Pasang Bendera, Kini Panen Prestasi

Harapannya, kekayaan bawah laut Teluk Maumere terus dijaga kelestariannya. Semua pihak wajib bertanggung jawab dalam melestarikan kekayaan yang ada.

"Kekayaan bawah laut Teluk Maumere ini sangat luar biasa. Kita wajib menjaga dan promosi," ungkap Bram.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

Regional
Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Regional
Menyoal Jejak Satwa di Jalur Evakusi Gunung Merapi, Jejak Anjing Bukan Macan Tutul

Menyoal Jejak Satwa di Jalur Evakusi Gunung Merapi, Jejak Anjing Bukan Macan Tutul

Regional
Kasus Covid-19 di Brebes Bertambah Usai Pejabat Tur ke Bromo, Ganjar Ingatkan Kurangi Piknik

Kasus Covid-19 di Brebes Bertambah Usai Pejabat Tur ke Bromo, Ganjar Ingatkan Kurangi Piknik

Regional
Kronologi Prada Hengky Hilang Saat Kejar Orang Mencurigakan di Tembagapura

Kronologi Prada Hengky Hilang Saat Kejar Orang Mencurigakan di Tembagapura

Regional
Penjelasan Ganjar soal Jateng Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Penjelasan Ganjar soal Jateng Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Regional
Kisah Sujinah Tak Bisa Ambil Tabungannya Rp 165 Juta, Alasan KUD Pailit karena Dikorupsi Oknum Pegawai

Kisah Sujinah Tak Bisa Ambil Tabungannya Rp 165 Juta, Alasan KUD Pailit karena Dikorupsi Oknum Pegawai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X