Pertamina Segera Bayar Ganti Rugi Tumpahan Minyak, Pemkab Karawang Evaluasi Data Penerima

Kompas.com - 17/08/2020, 12:20 WIB
Petugas memasang oilboom shore line unutk menangkap tumpahan minyak yang terbawa hingga ke pantai  utara Pulau Jawa Dok. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ)Petugas memasang oilboom shore line unutk menangkap tumpahan minyak yang terbawa hingga ke pantai utara Pulau Jawa

KARAWANG, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi berencana untuk memfinalisasi pembayaran ganti rugi tumpahan minyak di perairan Karawang, Banten dan Kepulauan Seribu pada awal September ini. 

Taufik Adityawarman, Direktur Pengembangan dan Produksi PT PHE mengatakan, total sudah ada 15.000 data yang sudah terverifikasi oleh tim dari IPB, Kejaksaan Agung dan BPKP. Target realisasi pembayarannya pada awal September 2020. 

"Namun di Karawang masih ada 3.500 warga yang harus diverifikasi oleh pokja lintas fungsi di kabupaten setempat. Harapannya, September bisa realisasi tahap final," ujarnya melalui keterangan ke Kompas.com, Sabtu (15/08/2020). 

Baca juga: Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Secara terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang saat ini tengah mengevaluasi data warga penerima kompensasi akibat terdampak tumpahan minyak Pertamina.

"Kita terus evaluasi. Data tersebut belum matching dengan permintaan Pertamina," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Acep Jamhuri kepada Kompas.com usai upacara Hari Kemerdekaan RI di Plaza Pemkab Karawang, Senin (17/8/2020).

Acep yang juga Ketua Pokja Karawang menyebut Dinas Perikanan Kabupaten Karawang bersama pihak desa terkait terus melakukaan koordinasi terkait administrasi. Misalnya persoalan pada kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga, dan surat pindah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 1.999 Warga Karawang Terima Kompensasi Tumpahan Minyak

Meski begitu, kata Acep, pihaknya tengah mengupayakan data tersaji secepatnya agar kompensasi kepada warga Karawang yang terdampak segera tersalurkan. "Nanti kita evaluasi kembali," ungkapnya.

Acep juga meminta Pertamina tak melonggarkan persoalan administrasi penerima kompensasi bagi warga yang terdampak.

"Jika orangnya ada, cukup keterangan dari desa saja," ucapnya.

Disamping soal kompensasi, Acep juga mendorong Pertamina segera melakukan pemulihan lingkungan.Baca juga: Pasca-kebakaran, Pertamina Terjunkan Tim Sterilkan Tumpahan Minyak

20 desa terdampak tumpahan minyak

Kepala Dinas Perikanan Karawang Hendro Subroto mengatakan, ada 20 desa di pesisir Karawang yang terdampak tumpahan minyak. Pendataan sendiri dilakukan melalui desa.

Meski begitu, Hendro mengakui ada kendala dalam pendataan tersebut. Misalnya jumlah pendaftar membludak.

Pada tahap pertama misalnya, ada sejumlah warga yang tak bisa mengakses bank. Penyebabnya, formulir pendataan digandakan. Padahal nomor register pada formulir itu hanya diperuntukkan bagi satu orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X