Kompas.com - 16/08/2020, 19:01 WIB
Joseph Arnando (8), bocah laki-laki yang tinggal di Jalan Karanggawang Baru II RT 6 RW 6 Tandang, Kecamatan Tembalang Semarang KOMPAS.com/dok pribadiJoseph Arnando (8), bocah laki-laki yang tinggal di Jalan Karanggawang Baru II RT 6 RW 6 Tandang, Kecamatan Tembalang Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com - Kondisi Joseph Arnando (8), bocah laki-laki yang tinggal di Jalan Karanggawang Baru II RT 6 RW 6 Tandang, Kecamatan Tembalang Semarang cukup memprihatinkan.

Dia tidak bisa lagi merasakan dunia bermain layaknya anak-anak seusianya semenjak dirinya kehilangan kaki kirinya.

Nando sapaan akrab bocah ini harus menjalani aktivitas sehari-hari dengan duduk di kursi roda.

Kakinya harus diamputasi akibat penyakit kanker tulang yang diderita saat Nando berusia 6 tahun.

Baca juga: Remaja Penderita Tumor Berharap Setelah Minum Rebusan Kayu Bajakah, Tangannya Tak Perlu Diamputasi

Sejak itu, Nando tidak mau bersekolah lagi lantaran merasa malu kepada teman-temannya melihat kondisi tersebut.

Ibundanya, Okti Christiana (45) harus meluangkan waktu khusus untuk mendampingi Nando belajar di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cita-cita Nando, menjadi seorang tentara pun kandas.

Baca juga: Siswa Korban Bully yang Jarinya Diamputasi Pernah Dibanting oleh Temannya

Paha bengkak

Okti bercerita anaknya divonis oleh dokter mengidap kanker tulang sejak tahun 2019. Sebelumnya, Nando sempat mengeluh karena paha kaki kirinya membengkak selepas bermain.

Saat itu, Nando sedang bersekolah di TK. Okti mengira anaknya hanya kecapekan seperti biasa lalu dipijat secara tradisional.

Namun, selang beberapa lama bengkak di kakinya semakin membesar sehingga Okti memutuskan memeriksakan Nando ke rumah sakit.

"Awalnya saya pikir itu bengkak biasa. Tapi jalannya kok pincang. Ternyata baru bilang kalau habis jatuh saat bermain, makanya saya bawa ke tukang pijit tradisional. Tapi setelah dua bulan kemudian bengkaknya makin membesar maka saya periksakan ke RS Bhayangkara Semarang," ujar Okti saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Saat diperiksa, dokter mengatakan bahwa kaki Nando hanya memar biasa lalu diberikan obat peredam memar.

Baca juga: TNI Biayai Pengobatan Pemain Voli SMA yang Idap Tumor Ganas ke Jakarta, Keluarga Tolak Amputasi

 

Menangis saat divonis kanker

Namun, setelah kaki Nando diobati, lukanya tak kunjung sembuh. Saat malam hari, Nando tak bisa tidur karena mengeluh kesakitan. Lantas, Okti memeriksakan kembali ke RS Bhayangkara untuk melakukan rontgen.

Saat itu dokter mengetahui bahwa awalnya Nando terkena tumor sehingga dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang.

"Kami disuruh rujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, barulah diketahui jika anak saya ternyata terkena kanker tulang," katanya.

Setelah dari RSUD KRMT Wongsonegoro, Nando kembali dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan operasi pengambilan jaringan di kakinya.

Baca juga: Tak Tahan Dengar Suami Merintih Kesakitan, Mulyani Datang ke RS Berbekal Uang Pinjaman

Kanker serang paru, kaki harus diamputasi

Setelah menjalani pengobatan kemoterapi, dokter mengetahui kanker tersebut telah menyerang paru-paru.


Lalu dokter menyarankan agar kaki kiri Nando diamputasi supaya kanker tersebut tidak menyebar.

"Mendengar hal itu, saya dan Nando kaget lalu menangis bersama," ucapnya.

Okti pun tak menyangka harus menerima kenyataan pahit tersebut.

"Orangtua mana yang mau melihat anaknya kehilangan kakinya," ungkapnya.

Setelah hampir satu tahun, akhirnya Nando merelakan untuk kakinya diamputasi.

"Kaki kiri Nando diamputasi bulan kemarin, tepatnya 14 Juli 2020 pukul 10.00 WIB," ujarnya.

Okti mengaku biaya rumah sakit di tanggung oleh BPJS. Namun, Nando tetap harus melakukan kemoterapi secara rutin.

Baca juga: Kisah Arrohmah Mendaki Gunung dengan Satu Kaki, Diamputasi Sebelum Wisuda

 

Ibunda berjuang seorang diri walau tak berpenghasilan

Kendati demikian, Okti tetap harus berjuang seorang diri demi kesembuhan putranya.

Suaminya Stefanus Andre Rutyanto telah meninggal dunia sejak 8 tahun lalu. 

Belum lagi, Okti harus banting tulang mencukupi kedua anaknya yang lain.

Sementara penghasilan Okti sehari hanya Rp 60.000 per hari dari pekerjaannya sebagai penjaga kantin sekolah di Sedes Sapientiae Semarang.

Tak sampai di situ, kehidupan dirasa semakin berat setelah dihantam pandemi Covid-19.

Sekolahan tempatnya bekerja harus ditutup karena beralih pembelajaran daring.

Kini, Okti tak berpenghasilan. Dia mengaku terpaksa meminjam uang dari saudara untuk memenuhi kebutuhan.

Pasrah ke Tuhan

Dengan kondisi tersebut, Okti tetap menguatkan diri dan memberikan motivasi kepada Nando agar semangat menjalani hidup.

"Apapun akan saya lakukan untuk anak saya. Dan semua saya serahkan kepada Tuhan untuk menjaga anak-anak saya," ucap Okti dengan nada haru.

Okti berharap ketika Nando kelak beranjak remaja kondisinya bisa dipasang kaki palsu sehingga bisa beraktivitas layaknya orang normal.

"Nando memang sempat cita-cita jadi tentara. Untuk kondisi saat ini memang tidak mungkin cita-cita itu akan terwujud." ungkapnya.

Asesmen dinsos

Terpisah, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan berupaya melakukan asemen terkait kondisi Nando untuk menemukan solusi.

Selain itu, pihaknya juga akan menjembatani kepada Dinas Penidikan agar Nando mau bersekolah lagi.

"Tim Dinsos akan melakukan asesmen untuk menemukan solusinya seperti apa. Dan menjembatani agar semangat bersekolah lagi," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.