Belasan Tahun Hadi Diejek karena Perutnya Buncit, Ibu Setia Merawat hingga Keajaiban Datang

Kompas.com - 15/08/2020, 11:52 WIB
Hadi (17) menderita penyumbatan usus hingga perutnya membuncit. Tujuh tahun belakangan ini dia hanya tergolek di atas kasur di kediamannya di Kampung Panyandungan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2020). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINHadi (17) menderita penyumbatan usus hingga perutnya membuncit. Tujuh tahun belakangan ini dia hanya tergolek di atas kasur di kediamannya di Kampung Panyandungan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2020).

LEBAK, KOMPAS.com - Tubuh Hadi (17) tergolek lemah di atas selembar kasur. Selama belasan tahun waktunya dihabiskan di sana.

Perut Hadi yang buncit menyulitkannya untuk beraktivitas normal seperti orang biasa.

Ibu Hadi, Arnawiah (54) mengatakan, Hadi menderita penyumbatan usus sejak usia satu tahun. Perutnya terus membesar setiap tahun dan makin parah saat usia 10 tahun.

"Tadinya kembung biasa, jarang buang air besar (BAB), seminggu hanya satu kali. Saat usia 10 tahun mulai merasakan sakit, dan semakin besar perutnya," kata Arnawiah ditemui di kediamannya di Kampung Panyandungan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2020).

Baca juga: Ini Tujuan Anak Risma Niat Maju Pilkada Surabaya

Hadi pernah berobat dua kali ke rumah sakit di Rangkasbitung. Hasil diagnosis dokter menyebut ada penyumbatan di usus Hadi sehingga tidak bisa buang angin dan buang air besar normal.

Rumah sakit menawarkan agar Hadi dirujuk ke RSUD dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta untuk dioperasi. Namun, tidak dilakukan karena terkendala biaya.

Baca juga: Mobil Rombongan Pengantar Pengantin Masuk Jurang, 6 Orang Tewas

Arnawiah mengaku tidak punya uang untuk membawa anaknya ke Jakarta.

Wanita ini memang memiliki BPJS, tetapi tidak untuk ongkos dan kebutuhan sehari-hari di Jakarta. 

 

Bahkan untuk makan sehari-hari saja kadang tidak cukup.

Sejak kondisi Hadi semakin parah, Arnawiah tidak lagi bekerja sebagai kuli serabutan, lantaran Hadi tidak bisa ditinggal terlalu lama.

Sementara suaminya sudah meninggal enam tahun lalu.

Hadi juga tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah. Selain tidak ada biaya, dia juga mengaku malu ketika diejek orang lain karena kondisinya.

"Tidak pernah sekolah. Kalau sekarang jangankan sekolah, untuk ke kamar mandi juga jalannya sulit," kata Arnawiah.

Arnawiah saat ini hanya bisa pasrah dengan kondisi Hadi. Dia berharap ada keajaiban yang bisa menyembuhkan putranya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Regional
Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Regional
Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Regional
Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Regional
Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Regional
Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Regional
Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Regional
Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Regional
Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Regional
Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Regional
11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

Regional
Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Regional
'Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak'

"Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak"

Regional
Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Regional
Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X