Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Pengemudi Ojek Jadi Relawan Uji Vaksin Covid: Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah

Kompas.com - 15/08/2020, 11:40 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Fadly (32), seorang pengemudi ojek online di Bandung, menjadi relawan uji vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Selasa (11/8/2020).

Ia mengaku ikut menjadi relawan untuk keselamatan keluarganya karena sebagai pengemudi ojek, ia rentan terpapar Covid-19.

Fadly tak sendiri. Ia menjadi relawan bersama enam anggota keluarganya yang lain, yakni ibu, istri, adik ipar, dan dua saudaranya.

Baca juga: Kisah di Balik Relawan Vaksin Covid-19, Ngantuk Berat dan Alasan Wakil Wali Kota Bandung Batal

Saat ini sudah ada tiga anggota keluarga Fadly yang telah disuntik calon vaksin pada Selasa lalu bersama 20 relawan lainnya.

Sementara tiga orang lainnya masih menunggu giliran.

Rencananya, penyuntikan vaksin yang kedua dilakukan pada 24 Agustus 2020.

Selama menjadi relawan, kondisinya akan terus dipantau hingga enam bulan ke depan. Selain itu, ia juga harus mengikuti lima tahap pemantauan.

"Total penyuntikannya ada dua kali. Nanti ada lima tahapan pemantauan, tahapan terakhir pemeriksaan enam bulan mendatang," kata dia.

Baca juga: Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Demi keluarga

Ilustrasi vaksinasiSHUTTERSTOCK/Africa Studio Ilustrasi vaksinasi
Fadly bercerita ia memilih menjadi relawan uji vaksin Covid-19 demi keselamatan keluarga.

Sebagai pengemudi ojek online, ia rentan terpapar Covid-19 dan ia tidak mau pulang ke rumah membawa virus lalu menulari keluarganya.

"Alasan paling besar buat saya sama keluarga. Saya kerja driver online, risiko terpapar lumayan besar. Kalau ada vaksin pasti ikut, karena saya enggak mau bawa virus ke rumah, apalagi ada tiga anak masih kecil-kecil," kata pria yang berdomisili di daerah Kopo, Kabupaten Bandung itu.

Saat pertama kali vaksin disuntikkan, Fadly mengku merasa kantuk berat dan lapr.

"Pas pertama (disuntikan) ngantuk banget, saya kira saya jarang tidur, tapi ngantuknya enggak bisa ditahan. Pas bangun, enak ke badan dan nafsu makan tinggi," ujar Fadly.

Selain itu ia juga merasa suhu tubuhnya naik tapi tak lebih 39 derajat.

Baca juga: Ada Pantangan Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Cerita Fadly, Pengemudi Ojek yang Jadi Relawan

Namun ia menyadari jika kondisinya masih dalam tahap wajar. Setelah disuntik vaksin, Fadly langsung bisa bekerja.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com