Wali Kota Serang: Kalau Gurunya Takut Rapid Test, Gimana Muridnya?

Kompas.com - 14/08/2020, 19:24 WIB
Sejumlah guru di Kota Serang menjalani rapis test untuk emmastikan kesehatannya, sebab Kota Serang akan membuka sekolah tatap muka per 18 Agustus 2020. KOMPAS.com/RASYID RIDHOSejumlah guru di Kota Serang menjalani rapis test untuk emmastikan kesehatannya, sebab Kota Serang akan membuka sekolah tatap muka per 18 Agustus 2020.

SERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Serang Syafrudin mewajibkan para guru untuk dilakukan rapid test sebelum kegiatan belajar tatap muka kembali dimulai pada 18 Agustus 2020.

Hal itu dilakukan guna memastikan para tenaga pendidik dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19.

Namun, saat dilaksanakan rapid test oleh Dinas Kesehatan para guru merasa ketakutan.

Baca juga: Sekolah Dibuka 18 Agustus, Wali Kota Serang: Kalau Tidak Belajar, Ini Pembodohan

"Tadi saya mendengar dari rekan-rekan (guru) yang datang mengatakan takut untuk di-rapid test," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Serang, Ratu Ani Nuraini kepada wartawan, Jumat (14/8/2020)

Menurut Ani, rapid test dilakukan untuk memastikan kondisi guru bebas dari Covid-19 dan mengantisipasi tidak ada penyebaran atau klaster baru di lingkungan sekolah.

"Bingung juga kita, kalau gurunya takut (rapid test) gimana muridnya. Sementara kegiatan belajar tatap muka, kita harus jamin gurunya itu sehat dulu," ujar Ani.

Baca juga: Wali Kota Serang Rencanakan Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus

Seharusnya, lanjut Ani, Dinas Kesehatan menjadwalkan sebanyak 200 guru di-rapid test pada hari ini. Namun, hanya 94 orang saja yang datang.

"Kami diperintahkan oleh Dindik merapid test guru sebanyak 200 orang. Berdasarkan data kehadirin baru datang 94 orang dengan hasilnya seluruhnya non-reaktif," kata Ani.

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin meminta kepada para guru Paud, TK, SD, SMP agar dilakukan rapid test terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar.

"Jadi kami berharap terutama kepada guru yang ada di kota Serang agar merapid test gurunya, gurunya dalam keadaan sehat," kata Syafrudin.

Baca juga: Wali Kota Serang Izinkan Masyarakat Gelar Lomba 17 Agustus

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X