Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Kompas.com - 14/08/2020, 17:53 WIB
Massa aksi dari Aliansi Rakyat Bergerak saat tiba di Simpang Tiga Gejayan, Sleman untuk menolak Omnibus Law. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMassa aksi dari Aliansi Rakyat Bergerak saat tiba di Simpang Tiga Gejayan, Sleman untuk menolak Omnibus Law.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak kembali menggelar demonstrasi di simpang tiga Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menolak omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja ( RUU Cipta Kerja).

Massa mulai berkumpul pada Jumat (14/8/2020) sekitar 15.30 WIB. Dengan menerapkan protokol kesehatan, massa menggelar aksi protes dengan membawa sejumlah poster.

"Siang ini kami kembali turun lagi ke Gejayan, setelah aksi yang kemarin pada 16 juli," ujar Lusi, Humas Aliansi Rakyat Bergerak saat ditemui di simpang tiga Gejayan, Jumat (14/08/2020).

Baca juga: Aksi Tolak Omnibus Law di Simpang Tiga Gejayan, Demonstran Terapkan Physical Distancing

Lusi menyampaikan dari hasil audiensi di Jakarta, DPR sepakat untuk tidak melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja di masa reses.

Namun DPR justru melanjutkan pembahasan aturan tersebut.

Hal itulah yang membuat Aliansi Rakyat Bergerak kembali turun ke Jalan Gejayan untuk menyuarakan agar RUU Cipta Kerja dibatalkan.

"Itulah, mereka telah menyalahi kesepakatan yang dibuat itu, yang membuat kami perlu ada urgensinya untuk kembali turun ke jalan menjegal Omnibus Law sampai digagalkan," tegasnya.

Dalam aksi ini arus lalu lintas yang menuju simpang Tiga Gejayan ditutup.

Baca juga: Sebelum Bubar, Massa Aksi Gejayan Memanggil Lagi Punguti Sampah di Jalan

Sekitar 16.08 WIB, massa aksi dari Aliansi Rakyat Bergerak mulai bergeser dari simpang tiga Gejayan.

Massa aksi melakukan longmarch menuju simpang tiga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Seiring massa aksi sudah melakukan longmarch, arus lalu lintas yang menuju simpang tiga Gejayan mulai kembali dibuka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Tegaskan Kampanye Terbuka Dilarang di Jawa Tengah

Ganjar Tegaskan Kampanye Terbuka Dilarang di Jawa Tengah

Regional
Baru Sepekan, 2 Pasangan Calon Gubernur Jambi Ditegur Bawaslu

Baru Sepekan, 2 Pasangan Calon Gubernur Jambi Ditegur Bawaslu

Regional
Malam Hari Anak-anak Pedalaman Flores Jalan Kaki 3 Km Cari Sinyal demi Kerjakan Tugas

Malam Hari Anak-anak Pedalaman Flores Jalan Kaki 3 Km Cari Sinyal demi Kerjakan Tugas

Regional
Masih Kenakan Pakaian Dinas dan Berkaraoke, Badan Kepegawaian: PNS Harusnya Bisa Jadi Contoh

Masih Kenakan Pakaian Dinas dan Berkaraoke, Badan Kepegawaian: PNS Harusnya Bisa Jadi Contoh

Regional
Seorang Pegawai BPN NTT Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat dari Luar Daerah

Seorang Pegawai BPN NTT Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat dari Luar Daerah

Regional
Orang yang Tertangkap Tak Kenakan Masker di Solo Didominasi Pendatang

Orang yang Tertangkap Tak Kenakan Masker di Solo Didominasi Pendatang

Regional
Polisi Sempat Tangkap 15 Mahasiswa Saat Demo 2 Tahun Peringatan Tewasnya Randi

Polisi Sempat Tangkap 15 Mahasiswa Saat Demo 2 Tahun Peringatan Tewasnya Randi

Regional
Masyarakat Diminta Tak Panik Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Geolog UGM: Bukan Prediksi

Masyarakat Diminta Tak Panik Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Geolog UGM: Bukan Prediksi

Regional
Hidup Penuh Berkah di Lereng Gunung Merapi

Hidup Penuh Berkah di Lereng Gunung Merapi

Regional
'Acara KAMI Dibubarkan karena Dianggap Tak Ada Izin, padahal Acara Internal, Hanya Ramah Tamah'

"Acara KAMI Dibubarkan karena Dianggap Tak Ada Izin, padahal Acara Internal, Hanya Ramah Tamah"

Regional
Anak 8 Tahun Diduga Dianiaya Orangtua, Mengaku Disiksa Pakai Tang

Anak 8 Tahun Diduga Dianiaya Orangtua, Mengaku Disiksa Pakai Tang

Regional
Fakta Acara Silaturahim KAMI Batal Digelar di Surabaya, Diblokade Massa hingga Dibubarkan Polisi

Fakta Acara Silaturahim KAMI Batal Digelar di Surabaya, Diblokade Massa hingga Dibubarkan Polisi

Regional
11 Napi yang Dipindahkan dari Cipinang ke Lapas Garut Positif Covid-19

11 Napi yang Dipindahkan dari Cipinang ke Lapas Garut Positif Covid-19

Regional
Sejumlah Artis Bakal Turun Gunung Bantu Adly Fayruz Kampanye di Karawang

Sejumlah Artis Bakal Turun Gunung Bantu Adly Fayruz Kampanye di Karawang

Regional
Melebihi Batas Kecepatan di Tol Pekanbaru-Dumai Akan Ditilang

Melebihi Batas Kecepatan di Tol Pekanbaru-Dumai Akan Ditilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X